Misbakhun Buka Suara Soal Pertamax Naik, Minta Pemerintah Jaga Daya Beli

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyoroti kenaikan Pertamax jadi Rp 16.250/liter, dari sebelumnya Rp 12.300/liter. Harga baru ini telah bertindak sejak Rabu 10 Juni 2026.

Menurut Misbakhun langkah ini perlu dilihat secara utuh dalam perihal tekanan ekonomi dunia nan tetap berlangsung.

"Sebagai wakil rakyat, saya memahami bahwa kenaikan nilai BBM selalu menimbulkan beban bagi masyarakat. Karena itu, kebijakan ini kudu dipahami bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang," kata Misbakhun dalam keterangan resminya, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misbakhun menjelaskan keputusan penyesuaian nilai Pertamax tidak terlepas dari beragam aspek eksternal. Mulai dari kenaikan nilai minyak dunia, tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), hingga meningkatnya biaya penyediaan daya nasional.

Misbakhun mendorong komunikasi dengan pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan pemangku kepentingan mengenai untuk terus dilakukan agar akibat kenaikan nilai ini dapat diminimalkan.

"DPR tidak hanya memandang sisi fiskalnya, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat. Karena itu kami mendorong agar langkah penyesuaian ini diikuti kebijakan mitigasi nan terukur untuk menjaga daya beli dan mengendalikan inflasi," ujarnya.

Misbakhun menambahkan beragam opsi stimulus dan insentif saat ini sedang dibahas untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.

Di sisi lain, Misbakhun menilai beragam langkah stabilisasi nan dilakukan otoritas ekonomi mulai memberikan sinyal positif terhadap pasar keuangan.

Salah satunya melalui keputusan Bank Indonesia nan meningkatkan suku kembang referensi sebesar 25 pedoman poin menjadi 5,50% guna menjaga stabilitas Rupiah dan mengendalikan tekanan eksternal.

Menurutnya, pasar mulai merespons secara positif. Nilai tukar Rupiah nan sebelumnya mengalami tekanan mulai bergerak membaik, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatat penguatan dalam beberapa hari perdagangan terakhir.

"Kita tentu belum bisa menyimpulkan situasi sepenuhnya pulih. Namun beberapa parameter mulai menunjukkan bahwa langkah-langkah stabilisasi nan dilakukan pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas finansial berada pada jalur nan tepat," tutur Misbakhun.

(igo/hns)

Sumber finance