Menteri Pppa Usul Gerbong Wanita Dipindah Imbas Insiden Di Krl Bekasi Timur

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Jakarta -

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong kereta unik wanita menjadi posisi tengah, pasca kejadian kecelakaan di Stasiun KRL Bekasi Timur. Perempuan menjadi golongan rentan nan disebutnya perlu mendapat prioritas dalam akomodasi umum, termasuk transportasi.

"Kalau dulu pertimbangannya gerbong wanita ditaruh paling depan dan paling belakang agar tidak jadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan jika bisa nan wanita itu ditaruh di tengah," beber Arifah kepada wartawan, pasca mendatangi RSUD Bekasi, tempat korban dirawat, Selasa (28/4/2026).

"Jadi nan di ujung, alias paling depan dan belakang laki-laki," sambung dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kunjungan tersebut, Arifah melaporkan ada tiga orang meninggal bumi di RSUD Bekasi, sementara 55 korban lain mengalami luka parah. Meski seluruh korban didominasi perempuan, ada dua di antaranya merupakan pria, nan rupanya menempati gerbong ketiga dari depan, dan satu orang penumpang di Argo Parahyangan.

"Ada nan memar, patah tulang, dan lainnya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. Biaya pengobatan korban luka hingga pemakaman korban meninggal bumi ditanggung penuh oleh KAI berbareng asuransi.

Untuk penanganan medis, korban dirujuk ke beragam akomodasi kesehatan, di antaranya

  • RSUD Bekasi
  • RS Bella Bekasi
  • RS Primaya
  • RS Mitra Plumbon Cibitung
  • RS Bakti Kartini
  • RS Siloam Bekasi Timur
  • RS Hermina
  • RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

KAI turut membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Masyarakat dan family korban dapat memperoleh info melalui Contact Center KAI 121.

Untuk sementara, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik turun penumpang. Perjalanan KRL hanya sampai Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir sudah bisa dilalui kereta dengan pengaturan terbatas.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna dan family korban.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan family nan ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban melangkah optimal dan family mendapatkan info nan dibutuhkan," ujarnya.

(naf/kna)

Sumber detik-health