Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis untuk memenuhi undangan Presiden Emmanuel Macron yang sebelumnya sempat tertunda.
Prabowo diketahui tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke negara itu. Ia tiba di Bandara Orly, Paris, Selasa (26/5) pagi.
"Ini adalah undangan dari Presiden Macron nan sebenarnya sempat tertunda. Jadi waktu itu saya jika tidak salah tanggal, bulan April kunjungan nan diharapkan dilaksanakan, namun waktu nan tidak cocok pada saat itu," ujar Sugiono kepada wartawan, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugiono menjelaskan dalam kunjungan Prabowo ke Prancis beberapa waktu lalu, undangan kembali disampaikan Macron.
Menurut dia, Macron mengusulkan waktu kunjungan saat ini.
"Pada saat kunjungan Presiden kita ke Paris, itu juga dalam pertemuan kedua kepala negara waktu itu, Presiden Macron kembali mengundang dan mengusulkan tanggal yang, nan saat ini," ujarnya.
Sugiono menjelaskan lantaran undangan tersebut sudah dua kali disampaikan, Prabowo akhirnya memenuhi undangan tersebut sekaligus kunjungan jawaban atas lawatan Macron ke Indonesia.
"Karena sudah diajukan dua kali, ini nan kedua kali, beliau Pak Presiden memenuhi undangan ini dan datang di Paris dalam rangka kunjungan kenegaraan tersebut. Sebagai kunjungan jawaban dari kunjungan Presiden Macron ke Indonesia," ujarnya.
Sejak menjabat sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024, Prabowo cukup aktif menjalin hubungan diplomasi dengan Prancis.
Selama kurang lebih 1,5 tahun kepemimpinannya. Prabowo telah empat kali mengunjungi Prancis, dan satu kali menerima kunjungan Macron beserta delegasinya ke Indonesia.
Kali ini, Prabowo dijadwalkan bakal menjalani sejumlah agenda resmi guna memperkuat hubungan kerjasama kedua negara.
Prabowo bakal menjalani pertemuan bilateral nan membahas penguatan kerjasama di beragam bagian strategis, meliputi pertahanan, daya terbarukan, mineral kritis, pendidikan, sains, dan inovasi.
Selain itu, kunjungan kenegaraan ini juga guna membangun kemitraan nan semakin berimbang dan memberi faedah bagi pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan ekosistem industri, investasi hilirisasi, penguasaan teknologi, dan penemuan industri masa depan.
(yoa/sfr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·