Menlu As Berkelit Ditanya Dpr As Apakah Israel Punya Nuklir Atau Tidak

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio berkelit ketika ditanya soal apakah Israel mempunyai senjata nuklir alias tidak.

Dalam pertemuan dengan Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rubio ditanya mengenai apakah Israel selama ini mempunyai senjata nuklir. Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh personil Kongres Joaquin Castro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar pertanyaan tersebut, Rubio mengatakan topik ini butuh penanganan nan hati-hati dan lebih cocok dibicarakan secara pribadi.

"Sebelum bicara terus terang, saya kira sebagian besar bumi menilai bahwa mereka memang memilikinya. Tapi mereka belum pernah mengakui perihal itu secara terbuka," kata Rubio pada Rabu (3/6), seperti dikutip Anadolu Agency.

Rubio mengakui bahwa menghindari pembahasan tentang senjata nuklir Israel adalah "ciri khas" kebijakan luar negeri AS. Selama berpuluh-puluh tahun, persoalan nuklir Israel memang menjadi tabu dalam politik AS.

Castro mendesak Rubio untuk menjawab pertanyaannya lantaran posisi AS saat ini nan sedang terlibat perang berbareng Israel melawan Iran.

"Jika mereka memang mempunyai senjata nuklir ... kita tidak tahu apa batas mereka dalam menggunakan senjata nuklir tersebut," kata Castro.

"Saya agak terkejut bahwa pemerintah kita tidak mau berupaya untuk mengetahui, memahami, dan kemudian memberikan info nan kita butuhkan kepada badan pengawas kita untuk mengambil keputusan tentang perang," lanjutnya.

Didesak demikian, Rubio pun mengalah dan bersedia menjawabnya, namun dalam format rahasia.

"Hal-hal ini memerlukan tindakan penyeimbangan nan jeli antara beragam kepentingan, tetapi saya kira Anda mungkin bisa mendapatkan jawaban nan lebih komplit jika kita membahasnya dalam konteks berbeda," kata Rubio.

Israel secara luas diyakini mempunyai senjata nuklir. Namun, Israel bukan negara nan menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

Meski belum pernah diakui secara resmi, beberapa pejabat Israel telah mengemukakan kemungkinan untuk mengerahkan senjata pemusnah massal tersebut dalam konflik.

Pada November 2023, Menteri Warisan Budaya Israel, Amichai Eliyahu, mengatakan bahwa menjatuhkan peledak nuklir di Jalur Gaza, Palestina, adalah "sebuah pilihan".

Anggota Kongres AS Randy Fine tahun lampau juga menyatakan bahwa Israel bisa menggunakan senjata nuklir untuk mendapat "penyerahan tanpa syarat" dari Palestina.

"Kita dua kali mengebom Jepang dengan senjata nuklir untuk mendapatkan penyerahan tanpa syarat. Hal nan sama kudu terjadi di sini," kata Fine, seperti dikutip Al Jazeera.

(blq/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional