Oleh: Hafidz Ridha Try Sjahputra
Ketua Umum Langkah Inovasi Indonesia (LII).
BeritaKalteng.com, BUNTOK – Kabupaten Barito Selatan, dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi wilayahnya, sekarang tengah berdiri di persimpangan jalan. Tantangan pengangguran nan tetap membayangi, khususnya di kalangan angkatan kerja muda, bukan sekadar statistik ekonomi.
Ini adalah urgensi sosial nan menuntut pergeseran paradigma—dari ketergantungan pada sektor konvensional menuju pembangunan kompetensi berbasis inovasi.
Sebagai bagian dari pemuda Kalimantan Tengah nan meletakkan perhatian besar pada dinamika pembangunan daerah, saya memandang bahwa pengangguran di Barito Selatan seringkali berakar pada mismatch antara keahlian nan dimiliki tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri modern nan kian dinamis.
Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan administratif tradisional untuk menyelesaikan masalah ini. Transformasi Berbasis Inovasi Melalui Langkah Inovasi Indonesia, kami meyakini bahwa solusi kudu dibangun di atas tiga pilar utama:
1. Reorientasi Kurikulum dan Pelatihan : Dunia kerja masa depan menuntut kemahiran di bagian digital, info literacy, dan penyesuaian teknologi. Sangat penting
bagi pemerintah wilayah dan lembaga pendidikan di Barito Selatan untuk mengintegrasikan modul Deep Learning dan literasi AI ke dalam training vokasi. Pemuda tidak hanya kudu menjadi pencari kerja, tetapi juga pemecah masalah (problem solver) nan bisa memanfaatkan teknologi untuk produktivitas.
2. Pemberdayaan Design Thinking dalam Kewirausahaan : Seringkali, pemuda mempunyai semangat, namun kurang mempunyai kerangka kerja dalam memandang peluang. Design Thinking mengajarkan kita untuk berempati pada masalah masyarakat, mendefinisikan solusi, dan melakukan prototipe cepat. Dengan menerapkan metodologi ini, sektor UMKM di Barito Selatan dapat beralih bentuk menjadi upaya nan lebih kompetitif dan berkelanjutan.
3. Kolaborasi Pentahelix : Pengangguran tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja. Pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media kudu bersinergi. Langkah Inovasi Indonesia berkomitmen untuk menjadi jembatan bagi sinergi ini,
khususnya dalam mengawal inisiatif-inisiatif strategis nan mendekatkan pemuda dengan ekosistem industri nan lebih luas.
Panggilan Aksi bagi Pemuda
Kalimantan Tengah sedang bertumbuh, dan Barito Selatan adalah bagian krusial dari pertumbuhan tersebut. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri. Kita kudu mengambil peran aktif, meningkatkan kapabilitas diri, dan berani mengambil akibat untuk menciptakan peluang.
Menghadapi tantangan ini memerlukan ketangguhan dan visi nan melampaui masa kini. Dengan semangat kolaborasi, pemanfaatan teknologi nan tepat, dan pendekatan inovatif, saya percaya bahwa Barito Selatan dapat mengubah tantangan pengangguran menjadi mesin penggerak ekonomi nan inklusif dan progresif bagi seluruh masyarakat.
Saatnya kita melangkah lebih jauh, bukan hanya untuk bekerja, tetapi untuk berkarya dan berinovasi bagi masa depan Kalimantan Tengah nan lebih gemilang.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·