Jakarta, CNN Indonesia --
XLSmart menggelar Bravo 500 Summit jenis kedua di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (11/6). Forum ini menjadi arena XLSmart mempertemukan pemimpin industri, regulator, dan mitra teknologi sekaligus memperkenalkan rangkaian solusi enterprise terbaru ESTA Ecosystem.
"Transformasi digital nan sukses memerlukan lebih dari sekadar teknologi. Perusahaan memerlukan fondasi konektivitas nan kuat, keahlian mengelola info secara efektif, serta pemanfaatan AI dan otomasi nan bisa menghasilkan akibat upaya nan nyata," ujar Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSmart Andrijanto Muljono dalam keynote speech-nya, Kamis (11/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andrijanto menyinggung konsep nan disebutnya "kapal induk," gambaran untuk XLSmart sebagai mitra nan sanggup mengorkestrasi tujuh pilar ekosistem digital korporasi sekaligus, mulai dari data, perangkat, konektivitas, aplikasi, keamanan siber, prasarana digital, serta kepintaran buatan (AI).
"Di bumi telko, hidup kami sehari-hari adalah mengorkestrasi tujuh pilar digital ini untuk kebutuhan diri kami sendiri," kata Andrijanto.
Ia menegaskan bahwa tidak ada korporasi nan bisa mengelola seluruh pilar tersebut sendiri dengan sempurna.
"Bahkan rata-rata CEO mungkin hanya mengerti sampai dengan 20 persen saja," klaimnya.
Andrijanto menyebut tiga tantangan besar korporasi dalam transformasi digital, ialah kurangnya pemahaman menyeluruh tentang ekosistem digital, kebingungan memilih di antara ribuan merek dan pemasok, serta kesulitan mengintegrasikan semua komponen tersebut secara kohesif.
XLSmart for Business, lini B2B perusahaan, diposisikan sebagai jawaban atas ketiga tantangan itu.
Dalam arena ini, XLSmart for Business turut memperkenalkan ekosistem ESTA nan merupakan singkatan dari Enterprise Smart Technology & Automation. ESTA datang sebagai platform digital terintegrasi nan menggabungkan jaringan 5G, AI, platform data, dan otomasi dalam satu atap.
Ekosistem ESTA mencakup lima solusi utama. ESTA Prime adalah platform induk nan menyatukan AI, cloud, keamanan siber, IoT industri, dan jasa terkelola dalam satu titik kendali.
ESTA eco adalah solusi optimasi daya berbasis AI untuk sistem pendingin (HVAC) dengan model tanpa modal awal, diklaim bisa menekan konsumsi daya hingga 40 persen.
ESTA connect 5G menyediakan konektivitas enterprise berbasis jaringan 5G nan dilengkapi support SD-WAN untuk kebutuhan mulai dari pabrik pandai hingga tambang terpencil.
ESTA vision mengubah rekaman kamera pengawas menjadi info operasional melalui teknologi analitik video dan computer vision berbasis AI.
Terakhir, ESTA agent adalah asisten virtual berkekuatan AI nan mengotomasi hubungan jasa pengguna lintas kanal menggunakan teknologi Natural Language Processing (NLP) dan Generative AI.
"Kami tidak berakhir di konektivitas. Melalui ekosistem ESTA, XLSmart for Business datang di setiap lapisan kebutuhan digital perusahaan, dari konektivitas 5G, analitik visual, otomasi layanan, hingga platform enterprise terintegrasi," kata Chief Product Partnership & Business Development XLSmart Tony Wijaya.
(lom/lom)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·