PROKALTENG.CO-Pawai Karnaval Budaya pada gelaran Festival Budaya Iseng Mulang tahun 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (17/5), menjadi panggung gemilang bagi Kontingen Barito Utara (Batara).
Tak hanya menampilkan tarian, kontingen wilayah itu sukses menyedot perhatian ribuan penonton berkah kostum budaya nan dikreasikan secara modern serta replika monumen ikonik kebanggaan daerah. Sejak dilepas secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran, SIkom, kontingen Barito Utara langsung menjadi pusat pandangan. Kostum nan dikenakan para peserta bukan sekadar busana budaya biasa, melainkan perpaduan warnawarna cerah dan ornamen unik Dayak nan dipadukan dengan bahan modern.
Namun nan paling mencuri perhatian adalah sebuah properti berbentuk monumen kebanggaan Barito Utara nan dibawa dalam iring-iringan. Monumen tersebut tampak megah dengan tinggi sekitar tiga meter, dihiasi ukiran unik dan lampu hias nan menyala di beberapa bagian.
Kehadiran monumen ikonik itu membikin kontingen Barito Utara seperti membawa sepotong identitas wilayah mereka ke tengah kota Palangka Raya. Penonton di sepanjang jalur karnaval tak henti-hentinya mengabadikan momen tersebut dengan ponsel masing-masing.
Kreativitas kostum dan properti itu tidak lepas dari persiapan matang nan dilakukan selama berminggu-minggu. Para perancang kostum nan digandeng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Barito Utara mengaku mau menghadirkan sesuatu nan belum pernah dilihat sebelumnya.
Hasilnya, penampilan kontingen Barito Utara dinilai paling spektakuler dibandingkan wilayah lain nan ikut meramaikan karnaval. Bupati Barito Utar H Shalahuddin ST MT memberikan apresiasi tinggi terhadap karya anak daerahnya.
Menurutnya, penemuan dalam kostum dan properti menjadi bukti bahwa budaya lokal bisa dikemas dengan langkah nan kekinian tanpa menghilangkan nilai aslinya.
“Kontingen Barito Utara hari ini sukses mengirimkan pesan kuat bahwa kearifan lokal kita sangat kaya dan siap bersaing di tingkat nasional. Saya sangat bangga memandang kedisiplinan dan estetika nan ditampilkan. Terus pertahankan, demi membawa wangi nama kabupaten tercinta,” ungkap Bupati Shalahuddin.
Dengan semangat kebersamaan nan kokoh, pihak kabupaten optimis delegasi wilayah bisa membawa pulang prestasi dan kebanggaan bagi tanah kelahiran Barito Utara. Penilaian majelis juri untuk kategori kostum imajinatif dan properti terbaik bakal diumumkan pada puncak aktivitas FBIM mendatang. (ren/nue/kpg)
PROKALTENG.CO-Pawai Karnaval Budaya pada gelaran Festival Budaya Iseng Mulang tahun 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (17/5), menjadi panggung gemilang bagi Kontingen Barito Utara (Batara).
Tak hanya menampilkan tarian, kontingen wilayah itu sukses menyedot perhatian ribuan penonton berkah kostum budaya nan dikreasikan secara modern serta replika monumen ikonik kebanggaan daerah. Sejak dilepas secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran, SIkom, kontingen Barito Utara langsung menjadi pusat pandangan. Kostum nan dikenakan para peserta bukan sekadar busana budaya biasa, melainkan perpaduan warnawarna cerah dan ornamen unik Dayak nan dipadukan dengan bahan modern.
Namun nan paling mencuri perhatian adalah sebuah properti berbentuk monumen kebanggaan Barito Utara nan dibawa dalam iring-iringan. Monumen tersebut tampak megah dengan tinggi sekitar tiga meter, dihiasi ukiran unik dan lampu hias nan menyala di beberapa bagian.
Kehadiran monumen ikonik itu membikin kontingen Barito Utara seperti membawa sepotong identitas wilayah mereka ke tengah kota Palangka Raya. Penonton di sepanjang jalur karnaval tak henti-hentinya mengabadikan momen tersebut dengan ponsel masing-masing.
Kreativitas kostum dan properti itu tidak lepas dari persiapan matang nan dilakukan selama berminggu-minggu. Para perancang kostum nan digandeng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Barito Utara mengaku mau menghadirkan sesuatu nan belum pernah dilihat sebelumnya.
Hasilnya, penampilan kontingen Barito Utara dinilai paling spektakuler dibandingkan wilayah lain nan ikut meramaikan karnaval. Bupati Barito Utar H Shalahuddin ST MT memberikan apresiasi tinggi terhadap karya anak daerahnya.
Menurutnya, penemuan dalam kostum dan properti menjadi bukti bahwa budaya lokal bisa dikemas dengan langkah nan kekinian tanpa menghilangkan nilai aslinya.
“Kontingen Barito Utara hari ini sukses mengirimkan pesan kuat bahwa kearifan lokal kita sangat kaya dan siap bersaing di tingkat nasional. Saya sangat bangga memandang kedisiplinan dan estetika nan ditampilkan. Terus pertahankan, demi membawa wangi nama kabupaten tercinta,” ungkap Bupati Shalahuddin.
Dengan semangat kebersamaan nan kokoh, pihak kabupaten optimis delegasi wilayah bisa membawa pulang prestasi dan kebanggaan bagi tanah kelahiran Barito Utara. Penilaian majelis juri untuk kategori kostum imajinatif dan properti terbaik bakal diumumkan pada puncak aktivitas FBIM mendatang. (ren/nue/kpg)
3 minggu yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·