Mbappe Berdarah Disikut, Warganet: Aktor Hebat!

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Laga Real Madrid vs Girona di La Liga 2025/2026 diwarnai kontroversi panas. Kylian Mbappe mengalami luka berdarah di pelipis usai terkena sikut pemain Girona, Vitor Reis, namun wasit dan VAR tak memberikan penalti. Insiden ini langsung memicu perdebatan sengit di media sosial.

Momen dramatis itu terjadi pada menit ke-88 saat skor tetap seri 1-1. Mbappe nan tengah berebut bola di dalam kotak penalti Girona tiba-tiba terjatuh setelah terkena sikutan keras. Dalam tayangan ulang nan beredar luas, terlihat jelas lengan Vitor Reis mengenai pelipis kanan Mbappe.

Striker asal Prancis tersebut langsung terkapar di lapangan sembari memegangi wajahnya. Darah terlihat mengalir dari pelipis hingga ke pipi dan dagunya, apalagi membasahi jersey putih Real Madrid nan dikenakannya. Meski kondisinya terlihat cukup parah, Mbappe tetap melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang menjadi sorotan adalah keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR) nan tidak memberikan penalti maupun kartu kepada Vitor Reis. Padahal, kejadian terjadi di dalam kotak penalti dan terlihat cukup jelas dalam tayangan ulang.

Unggahan video dan foto kejadian ini pun langsung viral di media sosial. Ribuan komentar bermunculan hanya dalam hitungan jam, memperlihatkan perpecahan opini di kalangan warganet.

Sebagian warganet menilai Mbappe berlebihan dalam bereaksi. Mereka apalagi menyebut sang bintang sebagai "aktor hebat" dan menuding kejadian tersebut sebagai drama di lapangan.

"Mbappe tokoh dahsyat banget, darahnya kayak settingan," tulis salah satu pengguna di X.

"Drama king La Liga, padahal sering diving," komentar lainnya.

Namun, tidak sedikit pula nan memihak Mbappe. Mereka menilai pelanggaran tersebut jelas dan semestinya berbuah penalti bagi Real Madrid.

"Ini jelas kena sikut, bukan diving. VAR ke mana?" tulis netizen lain.

"Kalau ini bukan penalti, terus apa lagi?" timpal pengguna lainnya.

Perdebatan semakin panas setelah staf pembimbing Real Madrid ikut bersuara. Pelatih Alvaro Arbeloa meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit dan VAR.

"Pelanggaran terhadap Mbappe jelas merupakan penalti. Di sini dan di bulan. Tapi inilah realita nan kita hadapi. Beginilah adanya. Satu minggu lagi seperti ini. Hal nan sama seperti biasanya. Mengapa VAR tidak turun tangan?" ujar Arbeloa seperti dikutip dari laporan Fabrizio Romano.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kubu Real Madrid merasa dirugikan oleh keputusan officiating nan dianggap tidak konsisten.

Dalam pertandingan itu sendiri, Real Madrid kudu puas bermain seri 1-1. Hasil ini bikin Madrid sekarang mengumpulkan 70 poin.

Mereka berada di urutan kedua tertinggal enam nomor dari Barcelona di puncak klasemen. Girona di posisi ke-12 dengan 38 angka.


(afr/afr)

Sumber detik-inet