NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Menanggapi maraknya kejadian kasus bunuh diri (bundir) nan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat, Kapolres AKBP Joko Handono memberikan pernyataan tegas. Ia memastikan bahwa kejadian tersebut murni merupakan tindakan bunuh diri berasas hasil penyelidikan medis dan olah TKP.
Joko Handono menjelaskan bahwa tim interogator tidak menemukan unsur kekerasan alias dugaan tindak pidana pada tubuh korban. Hal ini sekaligus menepis isu-isu liar nan berkembang di media sosial.
“Sudah dipastikan bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Serta ditandai dengan karakter bentuk khas, ialah keluarnya cairan maupun kotoran dari lubang kemaluan dan dubur,” ujarnya, Sabtu (2/5).
Atas kejadian nan memprihatinkan ini, Kapolres berambisi masyarakat dapat mengambil pelajaran berharga. Ia menekankan pentingnya kesehatan mental dan support sosial dalam menghadapi tekanan hidup.
“Masyarakat diminta untuk tidak memendam masalah dan pemikiran seorang diri. Sharing dan komunikasi dengan orang terpercaya sangat krusial. nan utama adalah mendekat dengan Tuhan. Tidak ada satu kepercayaan pun nan menganjurkan untuk mengakhiri hidup,” tutur Kapolres.
Lanjutnya, setiap ujian adalah ujian nan kudu dijalani. Bagi mereka nan bisa melaluinya, dipercaya bakal mendapatkan sesuatu nan lebih bagus di kemudian hari.
Joko Handono mengingatkan bahwa beban hidup tidak bakal terasa berat jika dibagi. Ia mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak bersikap terlalu tertutup.
“Tuhan tidak memberikan ujian melampaui keahlian hamba-Nya. nan terpenting adalah tidak introvert alias menutup diri dari lingkungan dan memendam sendiri semua permasalahan,” tandasnya. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Menanggapi maraknya kejadian kasus bunuh diri (bundir) nan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat, Kapolres AKBP Joko Handono memberikan pernyataan tegas. Ia memastikan bahwa kejadian tersebut murni merupakan tindakan bunuh diri berasas hasil penyelidikan medis dan olah TKP.
Joko Handono menjelaskan bahwa tim interogator tidak menemukan unsur kekerasan alias dugaan tindak pidana pada tubuh korban. Hal ini sekaligus menepis isu-isu liar nan berkembang di media sosial.
“Sudah dipastikan bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Serta ditandai dengan karakter bentuk khas, ialah keluarnya cairan maupun kotoran dari lubang kemaluan dan dubur,” ujarnya, Sabtu (2/5).
Atas kejadian nan memprihatinkan ini, Kapolres berambisi masyarakat dapat mengambil pelajaran berharga. Ia menekankan pentingnya kesehatan mental dan support sosial dalam menghadapi tekanan hidup.
“Masyarakat diminta untuk tidak memendam masalah dan pemikiran seorang diri. Sharing dan komunikasi dengan orang terpercaya sangat krusial. nan utama adalah mendekat dengan Tuhan. Tidak ada satu kepercayaan pun nan menganjurkan untuk mengakhiri hidup,” tutur Kapolres.
Lanjutnya, setiap ujian adalah ujian nan kudu dijalani. Bagi mereka nan bisa melaluinya, dipercaya bakal mendapatkan sesuatu nan lebih bagus di kemudian hari.
Joko Handono mengingatkan bahwa beban hidup tidak bakal terasa berat jika dibagi. Ia mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak bersikap terlalu tertutup.
“Tuhan tidak memberikan ujian melampaui keahlian hamba-Nya. nan terpenting adalah tidak introvert alias menutup diri dari lingkungan dan memendam sendiri semua permasalahan,” tandasnya. (bib)
3 jam yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·