Jakarta -
Bumi rupanya semakin terang saat malam hari. Fenomena ini bukan terjadi secara alami, melainkan akibat aktivitas manusia nan terus meningkat, terutama penggunaan lampu buatan dalam skala besar.
Penelitian terbaru berbasis info satelit menunjukkan bahwa sinar di malam hari mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini dipicu oleh urbanisasi, pembangunan infrastruktur, serta meluasnya penggunaan listrik di beragam wilayah dunia.
Para intelektual menemukan bahwa peningkatan sinar ini tidak terjadi merata, melainkan paling terlihat di area berkembang seperti Afrika Sub-Sahara dan Asia Tenggara. Di wilayah-wilayah tersebut, pertumbuhan kota dan akses listrik baru membikin malam hari menjadi semakin terang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama beberapa dekade, kita berpikir Bumi hanya semakin terang," ujar Zhe Zhu, guru besar penginderaan jauh di University of Connecticut, Amerika Serikat, dikutip dari DPA, Sabtu (11/4/2026).
Namun, penelitian terbaru menunjukkan kondisi nan lebih kompleks. "Kami menemukan bahwa lanskap malam Bumi sebenarnya sangat dinamis," tambah Zhe Zhu nan merupakan peneliti utama studi tersebut.
Fenomena ini dikenal sebagai polusi cahaya, ialah kondisi ketika sinar buatan mengganggu kegelapan alami malam. Cahaya dari lampu jalan, gedung, hingga iklan digital menyebar ke atmosfer dan menciptakan pengaruh skyglow, ialah langit malam nan tampak terang.
Dampaknya tidak hanya mengganggu pengamatan bintang, tetapi juga berpengaruh pada lingkungan dan kesehatan manusia. Para intelektual memperingatkan bahwa meningkatnya sinar buatan dapat mengganggu ekosistem.
Banyak hewan nokturnal berjuntai pada kegelapan untuk berburu dan berkembang biak, sehingga perubahan ini bisa mengacaukan siklus alami mereka. Selain itu, paparan sinar di malam hari juga dapat mengganggu ritme biologis manusia, termasuk pola tidur.
"Polusi sinar mempunyai akibat ekologis nan besar," jelas Zhe Zhu dalam studinya.
Meski begitu, tidak semua wilayah mengalami peningkatan cahaya. Beberapa negara di Eropa justru mulai mengurangi pencahayaan pada malam hari untuk menghemat daya dan mengurangi polusi cahaya. Langkah ini menunjukkan bahwa kejadian tersebut tetap bisa dikendalikan melalui kebijakan dan teknologi nan tepat.
(rns/hps)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·