Jakarta, CNN Indonesia --
Penampilan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 terus menjadi sorotan, bukan hanya lantaran performa mereka di lapangan, melainkan lantaran sebuah simbol mini nan memicu perdebatan politik besar.
Melansir The Tab, seluruh penggawa Iran terlihat mengenakan pin emas bertuliskan "#168" di busana resmi mereka selama berada di Piala Dunia 2026.
Pin tersebut pertama kali terlihat saat skuad besutan Team Melli mendarat di Tijuana, Meksiko, pada 7 Juni lalu. Di tengah persiapan mereka menghadapi Belgia hari ini, makna di kembali nomor tersebut mulai terungkap ke publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kembali desainnya nan sederhana dengan nomor emas, pin tersebut membawa pesan duka mendalam. Angka 168 merujuk pada jumlah korban jiwa dalam tragedi serangan udara campuran Amerika Serikat-Israel nan menghantam sebuah sekolah dasar di kota Minab, Iran, pada Februari 2026 lalu.
Mayoritas korban tewas dan luka dalam serangan udara mengerikan tersebut adalah anak-anak sekolah dasar.
Di sisi lain, baik pemerintah AS maupun Israel hingga hari ini belum alias tidak mengambil tanggung jawab atas tragedi tersebut, meskipun pemerintahan Donald Trump menyatakan bahwa mereka sedang melakukan investigasi internal.
Sebelum tindakan pin ini, Timnas Iran sebenarnya sudah sempat memperingati tragedi duka ini dalam laga uji coba pada Maret lalu. Saat lagu kebangsaan dikumandangkan, para pemain berdiri sembari memegang tas sekolah berwarna merah muda dan ungu milik anak-anak.
Penggunaan pin bermuatan politis dan emosional ini langsung memicu pertanyaan apakah Iran melanggar izin resmi turnamen empat tahunan ini.
Berdasarkan patokan ketat FIFA mengenai atribut tim, terdapat pasal nan menyatakan secara eksplisit:
"Segala corak perlengkapan tim (equipment) tidak boleh memuat slogan, pernyataan, alias gambar nan berbobot politik, agama, maupun personal."
Hingga saat ini, FIFA belum menjatuhkan hukuman alias denda apa pun kepada Federasi Sepak Bola Iran. Namun, seperti nan diduga, tindakan penggunaan pin ini langsung mendapat respons negatif dan kecaman keras dari golongan sayap kanan di Amerika Serikat.
Ketegangan geopolitik ini juga berakibat langsung pada logistik timnas Iran selama turnamen. Pemerintah AS menerapkan pembatasan perjalanan nan sangat ketat bagi seluruh skuad Iran.
Akibatnya, Iran dipaksa bermarkas di Meksiko dan kudu terbang bolak-balik setiap kali bakal melakoni pertandingan. Pihak Federasi Sepak Bola Iran pun telah menyatakan rencana mereka untuk mengusulkan protes resmi kepada FIFA mengenai perlakuan tidak setara ini.
"Federasi percaya pembatasan ini tidak konsisten dengan prinsip keadilan bagi seluruh tim peserta dan secara negatif mempengaruhi proses persiapan tim. Namun, di luar keterbatasan ini, Timnas Iran bakal tetap konsentrasi penuh pada pertandingan," bunyi pernyataan resmi federasi.
(wiw/ptr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·