Jakarta, CNN Indonesia --
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, mendapat kritik tajam dari komentator sepak bola asal Belanda setelah laga Ajax vs PSV, Minggu (3/5) awal hari.
Paes kebobolan dua gol dalam pertandingan tersebut. Salah satu gol tercipta ketika pertandingan belum genap melangkah satu menit.
Bukan kebobolan itu nan menjadi poin utama bagi Paes. Menurut Hugo Borst, titik lemah Paes ada dalam keahlian membangun serangan dari bawah. Operan-operan Paes dianggap payah dan memunculkan masalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menjadi menyebalkan ketika nama Anda Paes tetapi Anda memberi operan [pass] seperti itu," kata Borst menjadikan Paes sebagai lelucon dalam De Eretribune di ESPN nan dikutip Voetbalzone.
Borst pun menganggap remeh keahlian Paes nan punya statistik cukup baik saat berkompetensi memihak FC Dallas di Amerika Serikat.
"Dia membikin penyelamatan-penyelamatan nan sangat bagus di Amerika. Saya dengar itu dari banyak pihak. Tetapi sekarang untuk jadi kiper dituntut serbabisa. Jadi ini adalah seseorang nan sebenarnya bisa diabaikan," ucapnya.
Borst kemudian membandingkan dengan sebuah situasi latihan Ajax ketika legenda sepak bola Belanda, Johan Cruijff, pernah berada di bawah mistar dan tampil impresif tanpa menggunakan tangan.
Sosok nan pernah bekerja di Voetbal International dan menjadi komentator di Piala Dunia 2014 itu lantas menilai Paes tidak layak berada di Ajax.
"Sebagai kiper, Anda kudu bisa melakukan banyak hal. Itulah kenapa asing memandang orang seperti itu berada di Ajax. Dia tidak bisa melakukannya," tukas Borst.
Paes musim ini sudah bermain sembilan kali di Ajax dan kebobolan sembilan gol. Atlet 27 tahun itu mencatatkan empat clean sheet.
(nva/nva)
Add
as a preferred source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·