Jakarta, CNN Indonesia --
Pesawat milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) nan membawa Menteri Pertahanan John Healey mengalami gangguan sinyal dan sistem GPS-nya dinonaktifkan saat terbang di dekat perbatasan Rusia pada pekan lalu.
Surat berita The Times yang pertama kali melaporkan bahwa sinyal jet RAF tersebut terganggu ketika Healey kembali ke Inggris pada Kamis (21/5) usai mengunjungi tentara Inggris nan ditempatkan di Estonia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin (25/5), Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) mengonfirmasi kepada AFP bahwa laporan tersebut benar.
"Ini merupakan gangguan sembrono dari Rusia, namun RAF telah sangat siap menghadapi aktivitas semacam ini," ucap MoD.
MoD tidak mengonfirmasi siapa pihak di kembali kejadian tersebut maupun apakah pesawat Healey memang sengaja menjadi target.
Namun, kejadian itu menyebabkan sistem GPS pesawat tidak berfaedah selama perjalanan tiga jam, sehingga pilot kudu menggunakan sistem navigasi alternatif, menurut laporan surat berita tersebut.
The Times, nan reporternya ikut mendampingi Healey dalam penerbangan itu, menyebut perangkat elektronik di pesawat tidak dapat terhubung ke internet dan sebagian panel instrumen mengalami gangguan fungsi.
Insiden ini terjadi setelah Kementerian Pertahanan Inggris pekan lampau menyatakan dua jet Rusia "berulang kali dan secara berbahaya" mencegat pesawat pengintai Inggris di atas Laut Hitam pada April lalu.
Healey pun mengecam kejadian tersebut sebagai perilaku pilot Rusia nan "berbahaya dan tidak dapat diterima" di wilayah udara internasional.
Ia menegaskan tindakan itu tidak bakal "mengurangi komitmen Inggris untuk memihak NATO, sekutu-sekutunya, dan kepentingannya dari agresi Rusia."
Para pejabat menyebut kejadian di Laut Hitam itu sebagai nan paling serius melibatkan pesawat pengintai Rivet Joint milik Inggris sejak 2022, ketika sebuah pesawat Rusia menembakkan rudal di dekat pesawat Inggris di area nan sama.
Hubungan Rusia dan Inggris sekarang berada di titik terendah terutama setelah Inggris menjadi salah satu pendukung paling kuat bagi Ukraina sejak invasi Moskow pada 2022.
Pada 2024, pesawat RAF nan membawa Menteri Pertahanan Inggris saat itu, Grant Shapps, juga sempat mengalami gangguan sinyal sementara ketika melintas dekat wilayah Rusia dalam perjalanan pulang dari Polandia.
(rds/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·