PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Tengah (Kalteng) menerapkan sistem training selama 74 hari kerja dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS nan dilaksanakan secara berjenjang setiap gelombang.
Kepala BPSDM Kalteng Nunu Andriani menjelaskan, sistem training pada setiap gelombang tetap sama dengan kombinasi metode pembelajaran.
“Sejak pembukaan, peserta mengikuti training selama 74 hari kerja dengan metode blended learning hingga tahap klasikal,” katanya, Kamis (30/4/2026).
Istri Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Edy Pratowo menyebutkan, penyelenggaraan Latsar dilakukan secara berkepanjangan dengan agenda nan sudah disusun.
“Minggu ini gelombang empat, minggu depan gelombang lima, dan minggu berikutnya gelombang enam,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh rangkaian training dasar CPNS ditargetkan selesai sebelum Mei 2026.
“Sebelum Mei 2026, seluruh peserta kudu sudah menyelesaikan training dasar CPNS,” tegasnya.
Selain itu, peserta berasal dari beragam organisasi perangkat wilayah (OPD) di kabupaten masing-masing.
“Ada dari DKPP, Perikanan, DPUPR, apalagi dari kecamatan-kecamatan, nyaris semua OPD terlibat,” ungkapnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Tengah (Kalteng) menerapkan sistem training selama 74 hari kerja dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS nan dilaksanakan secara berjenjang setiap gelombang.
Kepala BPSDM Kalteng Nunu Andriani menjelaskan, sistem training pada setiap gelombang tetap sama dengan kombinasi metode pembelajaran.
“Sejak pembukaan, peserta mengikuti training selama 74 hari kerja dengan metode blended learning hingga tahap klasikal,” katanya, Kamis (30/4/2026).
Istri Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Edy Pratowo menyebutkan, penyelenggaraan Latsar dilakukan secara berkepanjangan dengan agenda nan sudah disusun.
“Minggu ini gelombang empat, minggu depan gelombang lima, dan minggu berikutnya gelombang enam,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh rangkaian training dasar CPNS ditargetkan selesai sebelum Mei 2026.
“Sebelum Mei 2026, seluruh peserta kudu sudah menyelesaikan training dasar CPNS,” tegasnya.
Selain itu, peserta berasal dari beragam organisasi perangkat wilayah (OPD) di kabupaten masing-masing.
“Ada dari DKPP, Perikanan, DPUPR, apalagi dari kecamatan-kecamatan, nyaris semua OPD terlibat,” ungkapnya. (adr)
4 hari yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·