Galaxy S26 series sepertinya diterima sangat baik oleh konsumen, sampai Samsung dilaporkan mendongkrak produksi ponsel flagship terbarunya. Menariknya, bukan Galaxy S26 Ultra nan peningkatan produksinya paling besar.
Menurut laporan dari ZDNet Korea, Samsung meminta pemasoknya untuk menambah produksi komponen Galaxy S26 series menjadi 3 juta unit untuk bulan April, naik dari 2,4 juta nan direncanakan sebelumnya. Jika dijabarkan per model, produksi Galaxy S26 sebesar 1,3 juta unit, Galaxy S26+ sebesar 200.000 unit, dan Galaxy S26 Ultra sebesar 1,5 juta unit.
Tidak mengherankan jika Galaxy S26 Ultra mempunyai porsi paling besar lantaran model ini biasanya jadi jenis nan paling laris. Produksi Galaxy S26 Ultra naik 200.000 unit nan mengindikasikan permintaan untuk model ini tetap sangat tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, model dengan peningkatan produksi paling besar adalah Galaxy S26, nan naik 500.000 unit berasas rencana produksi baru. Sementara itu, Samsung mengurangi rencana produksi Galaxy S26+ sebanyak 100.000 unit.
Seorang petinggi di industri dari pemasok komponen melaporkan volume produksi untuk Galaxy S26 series melampaui ekspektasi pada Maret 2026. Petinggi ini juga menyatakan Galaxy S26 Ultra menyumbang 70% hingga 80% total permintaan Galaxy S26 series.
Laporan ini juga menyatakan Samsung telah menurunkan sasaran produksi untuk ponsel di segmen menengah seperti Galaxy A57. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini awalnya berencana memproduksi 1,8 juta unit Galaxy A57 pada bulan April, tapi volumenya diturunkan menjadi 1,6 juta unit.
Samsung Galaxy S26 Series Foto: Adi FR/detikINET
Sementara itu, rencana produksi untuk Galaxy A17 juga dikurangi dari 4,4 juta unit menjadi 3,9 juta unit, seperti dikutip dari SamMobile, Sabtu (11/4/2026).
Penjualan ponsel segmen menengah dan entry level diprediksi menurun tahun ini lantaran krisis memori global. Karena nilai memori nan makin mahal dibandingkan komponen lainnya, vendor lebih mengutamakan produksi ponsel flagship dan high-end untuk mempertahankan marginnya.
Bagaimana di Indonesia?
Pemesanan Galaxy S26 series diklaim Samsung meningkat dari generasi sebelumnya selama preorder nan berjalan 26 Februari hingga 17 Maret lalu.
"Alhamdulillah lebih baik dibanding dengan tahun sebelumnya. Newness dan improvement nan kita bawa di S26 Series, khususnya di Ultra, diterima dengan baik oleh pasar," kata Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.
Ilham menyebut sejumlah fitur eksklusif hardware S26 Ultra nan tidak bisa didapat lewat pembaruan perangkat lunak sebagai pendorong utama.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Foto: Adi FR/detikINET
Salah satunya adalah Privacy Display- fitur layar nan hanya bisa dilihat dari perspektif pandang langsung - nan dinilai menjadi daya tarik tersendiri.
"Privacy Display itu sesuatu nan tidak mungkin didapatkan dari software update. Jadi ada daya tarik nan lebih sigap agar orang langsung upgrade," jelasnya.
Selain itu, S26 Ultra nan sekarang lebih ramping dengan perspektif makin membulat juga disebut salah pendorong.
"Rounded design-nya justru pada akhirnya buat tertarik," ungkap Ilham.
Kejutan lain datang dari sisi pilihan warna. Untuk pertama kalinya, warna hero launch bukan hitam nan mendominasi penjualan.
"Biasanya dari S25 ke belakang, hero color itu nomor dua. Biasanya black nan nomor satu. Sekarang kebalik, Cobalt Violet nomor satu, black-nya kalah," ujar Ilham.
Galaxy S26 Ultra Foto: Adi FR/detikINET
Pergeseran ini turut berbarengan dengan tren demografis nan menarik. Proporsi pembeli wanita untuk Galaxy S Ultra mulai meningkat, dari nan sebelumnya sekitar 70% didominasi laki-laki, sekarang menjadi sekitar 65%.
"Apalagi nan suka nonton konser kan banyak perempuan," kata laki-laki berkacamata ini.
Di antara tiga varian, S26 Ultra tetap menjadi kontributor penjualan terbesar. Namun Ilham mencatat bahwa S26 Plus dan S26 Base juga mempunyai pedoman fans nan loyal dan tidak saling tumpang tindih.
"Pengguna Plus itu banyaknya dari pengguna Plus juga sebelumnya. S21, S22, S23 Plus, ada fans-nya sendiri. Si Base pun begitu," kata Ilham.
Ia juga menambahkan bahwa pengguna Galaxy FE condong naik kelas ke jenis Plus, bukan ke basic, lantaran pertimbangan kapabilitas baterai dan ukuran layar.
Mengejutkannya, Samsung mencatat kejadian tak biasa selama preorder Galaxy S26 series. Biasanya, pembeli terbanyak saat sebuah seri baru meluncur adalah pengguna dua generasi sebelumnya. Tapi kali ini berbeda. Justru pengguna S25 Ultra nan paling banyak langsung beranjak ke S26 Ultra.
"Sebelum-sebelumnya itu selalu dua generasi sebelumnya nan paling banyak beli. Waktu S25 Ultra launching, S23 nan paling besar. Sekarang justru S25-nya nan paling besar," tutup Ilham Indrawan.
(vmp/vmp)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·