Laptop Dengan Snapdragon X2 Akhirnya Dirilis, Speknya Gahar

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Laptop Windows berbasis Arm nan ditenagai chip Snapdragon terbaru dari Qualcomm akhirnya mulai memasuki pasar dengan spesifikasi premium. Generasi hardware ini dirancang untuk bersaing langsung dengan laptop x86 arus utama dengan mengutamakan performa dan efisiensi daya tingkat tinggi.

Snapdragon X2 merupakan platform komputer Windows generasi kedua dari Qualcomm nan diperkenalkan pada bulan September 2025 lalu. Lini produk ini mencakup model Snapdragon X2 Elite dan jenis tertingginya ialah X2 Elite Extreme untuk menangani beban kerja super berat.

Perusahaan menargetkan chip ini untuk perangkat laptop Copilot+ tipis dan ringan nan mempunyai NPU berkekuatan 80 TOPS. Prosesor ini diklaim bisa memberikan peningkatan performa hingga 31 persen dan memangkas konsumsi daya sampai 43 persen dibandingkan generasi pendahulunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk urusan spesifikasi, jenis X2 Elite Extreme dibekali prosesor 18 inti nan bisa dipacu hingga kecepatan 5,0 GHz. Sementara itu model X2 Elite standar mempunyai pilihan 12 alias 18 inti dengan kecepatan maksimal mencapai 4,7 GHz.

Ketersediaan laptop ini di pasaran bukan sekadar konsep di atas kertas presentasi pabrikan. Asus telah merilis seri Zenbook A16 berukuran 16 inci nan menggunakan jenis X2 Elite Extreme untuk memanjakan para penggunanya.

Selain itu ada juga model Zenbook A14 berukuran 14 inci nan ditenagai oleh chip X2 Elite standar. Keduanya sama-sama mempertahankan keberadaan NPU 80 TOPS untuk pemrosesan AI tingkat lanjut.

Berdasarkan pantauan di pasar retail, Asus Zenbook A16 jenis tertinggi dijual dengan nilai mulai dari USD 1.700 alias sekitar Rp 27,2 juta. Perangkat ini tampil sangat menggoda dengan layar sentuh OLED resolusi tinggi dan kapabilitas memori RAM raksasa sebesar 48GB.

Tidak mau kalah bersaing, merek HP ikut meramaikan peluncuran ini dengan menghadirkan seri OmniBook Ultra 14. Laptop nan dibekali chip X2 Elite, RAM 32GB, dan penyimpanan 1TB ini dibanderol seharga USD 2.050 alias berada di kisaran Rp 32,8 juta.

Kapasitas memori besar ini menjadi pembeda utama pada gelombang pertama perangkat Copilot+ di pasaran. Sebelumnya, pabrikan sering kali memasangkan NPU baru dengan pilihan memori dan penyimpanan nan condong konservatif, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (9/4/2026).

Qualcomm dan para mitranya sepertinya bertaruh bahwa kreasi laptop tipis dengan layar OLED dan memori besar bakal lebih bisa unjuk gigi menangani pembuatan konten AI. Mengingat nilai jualnya nan lumayan premium, tampaknya pabrikan hardware mulai serius menyasar kalangan ahli nan butuh mobilitas tinggi tanpa mengorbankan performa mentah.


(asj/asj)

Sumber detik-inet