CNN Indonesia
Jumat, 17 Apr 2026 05:00 WIB
Ruby Rose blak-blakan soal klaim jadi korban pelecehan seksual Katy Perry di masa lalu. (Getty Images via AFP/Amy Sussman)
Jakarta, CNN Indonesia --
Artikel ini mengandung konten perincian pelecehan seksual.
Pihak berkuasa Australia mengatakan mereka telah meluncurkan penyelidikan atas kejadian nan terjadi antara Ruby Rose dan Katy Perry pada 2010. Bintang Orange is the New Black itu menuduh Perry melakukan pelecehan seksual.
Kepolisian Victoria mengonfirmasi kepada CNN, seperti diberitakan pada Kamis (16/4), dalam pernyataan resmi bahwa perihal itu ditangani petugas dari Tim Investigasi Pelanggaran Seksual dan Pelecehan Anak Melbourne (SOCIT).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka sedang menyelidiki tuduhan Rose nan berasal dari kejadian nan diduga terjadi di area pusat upaya Melbourne. Mereka menolak untuk memberikan komentar tambahan lantaran investigasi tetap berlangsung.
Ruby Rose menuding Katy Perry melakukan pelecehan seksual terhadapnya di klub malam di Melbourne, Australia. Peristiwa itu disebut terjadi saat dia berumur sekitar 20-an.
Hal tersebut disampaikan setelah Katy Perry mengomentari penampilan Justin Bieber di Coachella pada akhir pekan lalu, Sabtu (11/4) waktu AS.
"Katy Perry melakukan pelecehan seksual terhadap saya di klub malam Spice Market di Melbourne. Siapa nan peduli dengan apa nan dia pikirkan?" tulis Ruby Rose di akun Threads miliknya pada Senin (13/4) waktu AS.
Rose melalui unggahannya kemudian menjelaskan perincian klaim pelecehan nan dilakukan Perry kepada dirinya saat menanggapi komentar fans nan meminta perincian ceritanya.
"Dia (Katy Perry) tidak menciumku. Dia melihatku 'bersandar' di pangkuan sahabatku untuk menghindarinya, lampau dia membungkuk, menarik celana dalamnya ke samping, dan menggesekkan vaginanya nan menjijikkan ke wajahku sampai mataku terbuka lebar dan saya muntah parah sampai nyembur ke dia," tuding Rose.
"Setelah itu saya muntah sampai kena dia, saya menceritakan kejadian itu di depan umum tetapi mengubahnya menjadi 'cerita kocak saat mabuk' lantaran saya tidak tahu gimana lagi kudu menanganinya," ungkap Rose kepada fans lainnya.
Setelah kejadian itu, Ruby Rose memutuskan merahasiakannya lantaran Katy Perry setuju untuk membantunya mendapatkan visa AS.
"Kemudian dia setuju untuk membantu saya mendapatkan visa AS. Jadi saya merahasiakannya. Tapi saya memang menunjukkan kalian bahwa dia bukan orang nan baik," jelas Ruby Rose menanggapi fans lainnya.
Rose mengungkapkan butuh nyaris dua dasawarsa untuk berani menyampaikan kejadian itu secara terbuka. Ia juga mengatakan tidak beriktikad membikin laporan tentang kejadian tersebut.
"Sekarang saya berumur 40 tahun. Butuh nyaris dua dasawarsa untuk mengatakan ini secara terbuka," tuturnya.
"Meskipun saya sangat berterima kasih telah sukses melewati masa ini hingga menemukan keberanian saya, ini menunjukkan sungguh besar akibat trauma dan pelecehan seksual. Terima kasih telah memandang saya."
"Kamu tidak perlu orang lain memercayaimu, Anda hanya perlu mengeluarkan dari tubuhmu nan malang ini, sebelum itu menyebabkan kanker," tutur Ruby Rose.
Bantahan Katy Perry
Menanggapi perihal itu, perwakilan Katy Perry membantah dengan mengatakan seluruh tuduhan tersebut sama sekali tidak benar.
"Tuduhan nan beredar di media sosial oleh Ruby Rose tentang Katy Perry bukan hanya sepenuhnya salah, tetapi juga ketidakejujuran nan berbahaya," ujar perwakilan Perry seperti diberitakan Variety pada Senin (13/4).
"Nona Rose mempunyai riwayat nan terdokumentasi dengan baik dalam membikin tuduhan serius secara publik di media sosial terhadap beragam individu, nan berulang kali dibantah oleh pihak-pihak nan disebutkan," sambungnya.
(van/chri)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·