CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 13:00 WIB
Zaskia Adya Mecca menceritakan kondisi sang anak, KM, nan menyaksikan pemukulan stafnya oleh oknum TNI datang dalam sidang. (Instagram/@zaskiadyamecca)
Jakarta, CNN Indonesia --
Zaskia Adya Mecca menceritakan sang anak, KM, nan menyaksikan pemukulan stafnya oleh oknum TNI datang dalam sidang nan digelar di Pengadilan Militer II Cakung pada Rabu (15/4).
Dalam persidangan itu, Zaskia mengungkapkan KM sempat berbincang dengan terdakwa, Niko. Ia juga mengatakan terdakwa telah meminta maaf secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi sudah ngomong bahwa beliau menyesal karena, saat itu katanya situasinya lagi kalut, istrinya lagi kudu operasi, ibunya lagi kritis. Tadi, langsung minta maaf sama KM, menjelaskan," kata Zaskia seperti diberitakan detikcom pada Rabu, (15/4).
Zaskia menegaskan terdakwa telah menyampaikan penyesalan atas perbuatannya. Selama menjalani masa penahanan, terdakwa juga menanggung sejumlah konsekuensi, termasuk tidak bisa berjumpa keluarga.
"Katanya sudah ditahan dari pertama laporan masuk. Efeknya enggak bisa ke mana-mana ya lantaran ditahan, apalagi ibunya kritis pun beliau tidak bisa menemui ibunya, enggak ada handphone, nggak ada apa, jadi putus hubungan," jelas Zaskia.
Zaskia turut menyampaikan bahwa kondisi putrinya sudah mulai pulih dari trauma. Ia memastikan anaknya juga sudah mengampuni terdakwa.
"Tadi dia cerita, trauma 10 hari pertama, tapi lenyap itu dia sudah kembali pulih. Ya, biar jadi anak nan kuat," kata Zaskia menceritakan kondisi anaknya.
Zaskia menegaskan bahwa proses norma tetap melangkah meski sudah saling memaafkan, "Hukumnya tetap melangkah walaupun sudah maaf-maafan."
Hal itu juga dipertegas Juru Bicara Pengadilan Militer II Mayor Laut Arin Fauzan. Ia menjelaskan tahapan persidangan tetap cukup panjang. Setelah pemeriksaan saksi, termasuk pemilik CCTV, sidang bakal bersambung ke tahap pembuktian.
Kehadiran KM dalam sidang, kata Arin Fauzan, bermaksud untuk membantu memperjelas kronologi perkara.
"Apabila selesai semua tidak mengusulkan peralatan bukti tambahan ataupun saksi, maka segera dilaksanakan tuntutan," jelasnya.
Setelah tuntutan, proses norma bakal bersambung dengan pembelaan terdakwa hingga putusan. Arin Fauzan memastikan persidangan bakal melangkah sesuai ketentuan norma nan berlaku.
Insiden dugaan pemukulan karyawannya bermulai pada September 2025 ketika Faisal mengantar KM sekolah. Mereka kemudian berhadapan dengan motor nan melawan arah di Jalan Ampera, Jakarta Selatan.
Ia menceritakan ada motor musuh arah, nyaris menabrak motor Faisal dan KM. Lalu diklakson, tanpa sadar tahunya motor tersebut kembali arah dan enggak terima diklakson menghadang motor Faisal.
Zaskia kemudian menjelaskan secara rinci tindak kekerasan nan dialami Faisal. Salah satu stafnya itu mengaku dipukuli sampai jatuh, leher dan pinggangnya diinjak, serta kepalanya diserang hingga helmnya rusak.
Zaskia menjelaskan seseorang nan menyerang karyawannya itu mengaku sebagai personil sebuah institusi. Namun, orang itu tidak mengungkapkan lembaga tempatnya berlindung dan langsung pergi ketika didatangi warga.
(van/chri)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·