Jakarta, CNN Indonesia --
Kiper Timnas Curacao, Eloy Room, tampil sebagai pahlawan saat timnya menahan seri Ekuador 0-0 dalam laga Grup E Piala Dunia 2026, Minggu (21/6) pagi WIB di Stadio Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat.
Padahal, saat laga Grup E sebelumnya, Eloy Room menjadi pecundang ketika gawang Curacao dijebol tujuh kali oleh Timnas Jerman.
Namun, sekarang Eloy Room, menjadi pahlawan sekaligus menorehkan tinta emas dalam kitab sejarah sepak bola dunia. Kiper nan juga kapten Timnas Curacao itu mencatatkan 15 pengamanan alias saves dalam satu pertandingan saat seri musuh Ekuador.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Performa heroik Eloy Room tidak hanya membuahkan poin pertama nan sangat berhistoris bagi Curaçao, tetapi juga menempatkannya sebagai kiper dengan jumlah pengamanan terbanyak kedua dalam sebuah pertandingan sepanjang sejarah Piala Dunia.
Secara keseluruhan, rekor pengamanan terbanyak dalam satu laga Piala Dunia tetap dipegang oleh legenda Amerika Serikat, Tim Howard, nan membikin 16 pengamanan saat melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2014.
Namun, Eloy Room, nan sekarang berumur 37 tahun itu, resmi memecahkan rekor bumi untuk jumlah pengamanan terbanyak unik di waktu normal alias 90 menit.
Lewat tindakan gemilangnya ini, kiper nan sekarang merumput berbareng Miami FC di kejuaraan USL Championship alias kasta kedua Liga AS tersebut resmi menggeser kiper legendaris Peru, Ramón Quiroga, nan sebelumnya menempati posisi kedua dengan 13 pengamanan saat melawan Belanda di Piala Dunia 1978.
Poin perdana ini terasa sangat emosional bagi Curaçao. Berstatus sebagai negara terkecil, baik dari segi luas wilayah maupun jumlah populasi, nan pernah lolos ke putaran final Piala Dunia.
Curacao sebelumnya sempat menjadi bulan-bulanan setelah dihajar Jerman 1-7 pada laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026.
(wiw/wiw)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu

English (US) ·
Indonesian (ID) ·