Kilang Di Cilacap & Dumai Diklaim Tekan Impor Bensin Sampai 10%

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto Groundbreaking 13 proyek hilirisasi strategis. Dari 13 proyek strategis tersebut dua di antaranya ialah pembangunan akomodasi kilang gasoline di Cilacap dan Dumai.

Proyek ini ditargetkan memperkuat swasembada daya nasional dan menurunkan impor bensin sekitar 10% volume nasional, dengan kapabilitas produksi sekitar 153 ribu kiloliter per tahun. 13 proyek hilirisasi ini masuk grounbreaking tahap II.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, proyek hilirisasi nan telah di-groundbreaking pada tahap I dan tahap II menunjukkan bahwa hasil kerja Satgas Hilirisasi tidak berakhir pada tahap kajian, tetapi langsung ditindaklanjuti menjadi proyek nyata nan memberikan akibat ekonomi bagi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bahlil, pengarahan Presiden sangat jelas hilirisasi kudu menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan daya nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.

"Kita tidak boleh lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Hilirisasi kudu menjadi perangkat untuk memperkuat kedaulatan energi, memperbesar penerimaan negara, membuka lapangan kerja, dan memastikan kekayaan alam Indonesia betul-betul dinikmati oleh rakyat Indonesia," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

Selain itu, proyek hilirisasi lainnya nan dilakukan grounbreaking ini adalah tangki operasional penyimpanan BBM di Palaran, Biak, dan Maumere, pengolahan batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, manufaktur baja nirkarat dari nikel di Morowali.

Kemudian produksi slab baja karbon dari bijih besi lokal di Cilegon, pengembangan ekosistem aspal Buton, hilirisasi tembaga dan emas di Gresik, serta pengolahan minyak sawit menjadi produk hilir oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei.

Sementara proyek DME di Tanjung Enim menjadi langkah strategis untuk mendukung substitusi impor LPG, mengingat sekitar 80% kebutuhan LPG nasional tetap dipenuhi melalui impor.

"Dengan berjalannya proyek-proyek tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis hilirisasi, memperkuat industrialisasi nasional, dan mewujudkan kedaulatan daya sebagai fondasi menuju Indonesia nan lebih berdikari dan sejahtera," terang Bahlil

(hrp/hns)

Sumber finance