Sering ikut tren Work From Cafe (WFC) ala Gen Z? Sebaiknya pintar-pintar pilih bangku dan meja nan lezat buat kerja, jangan sampai memaksakan duduk dengan 'gaya udang' namalain membungkuk ekstrem gara-gara kursinya tidak ergonomis.
Efeknya memang tidak langsung terasa, hingga beberapa jam berikutnya mungkin tetap baik-baik saja. Namun, tanpa disadari duduk 'gaya udang' merupakan salah satu pemicu utama terjadinya cedera cakram tulang belakang alias nan terkenal dikenal sebagai saraf kejepit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter ahli bedah saraf, dr Victorio, SpBS dari Lamina Hospital mengatakan posisi duduk 'gaya udang' memang tidak dianjurkan lantaran bakal memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang.
"Jadi lantaran dia itu mengikuti corak seperti anatomi udang, maka tulang belakangnya bakal tertekan," kata dr Rio saat ditemui detikcom di Lamina Hospital, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
"Jadi tubuh kita tidak didesain secara anatomi untuk bisa duduk udang alias duduk selonjoran dalam waktu nan lama. Mau nggak mau, suka nggak suka, kita kudu duduk mengikuti bangku ergonomis," lanjutnya.
Sayangnya, baik di cafe alias di tempat kerja terkadang tidak selalu tersedia bangku ergonomis nan bisa melindungi akibat dari masalah tulang belakang.
Namun, dr Rio mempunyai trik nan bisa dipakai oleh para pekerja agar tulang belakang mereka kondusif dari saraf kejepit saat mengharuskan duduk dalam waktu nan lama.
"Kita bisa akali dengan misalkan meletakkan handuk alias peralatan nan diletakkan di pinggang, sehingga lekukan anatominya tetap terjaga," katanya.
Ganjalan ini berfaedah sebagai penyangga (lumbar support) nan menjaga kelengkungan alami tulang belakang sehingga tekanan pada saraf dan alas tulang berkurang.
Simak Video "Tren 'Chinamaxxing' Viral di Barat, Apa Gen Z Indonesia Bakal Ikutan?"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/up)
Tren WFC dan Risiko Saraf Kejepit
2 Konten
Tren Work from Cafe (WFC) di kalangan Gen Z menyimpan akibat nan kerap terabaikan. Duduk salah posisi lantaran bangku nan tidak ergonomis, hingga kecenderungan membawa tas berat berisi beragam perlengkapan ke mana-mana, rupanya bisa bahaya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·