SAMPIT – Penanganan kasus penusukan nan terjadi di Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menuai sorotan. Keluarga korban menilai proses hukum melangkah lambat dan belum menunjukkan perkembangan berfaedah sejak peristiwa terjadi.
Korban, Suyetno (44), mengalami luka tusuk serius di bagian dada kiri hingga menembus paru-paru dalam kejadian nan terjadi pada 15 Februari 2026. Ia sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Murjani Sampit akibat luka nan dideritanya.
“Sampai saat ini tidak ada perkembangan, kasus mandek keahlian APH khususnya polsek cempaga hulu terkesan tidak profesional,” jelasnya pada Senin 20 April 2026.
Dirinya mewakili korban berambisi agar kasus tersebut dapat segera terungkap agar pelaku dapat segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Pihak family terkhusus korban berambisi agar kasus segera terungkap,” harapnya.
Sementara itu, Kanit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cempaga Hulu, Aiptu M Rolan Dinata, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut tetap belum memberikan tanggapan.
Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan nan dialami oleh penduduk Desa Sudah, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Suyetno, memasuki babak baru. Kanit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cempaga Hulu, Aiptu M Rolan Dinata, sebut sudah ada indikasi nan mengarah kepada terduga pelaku penusukan.
(Utomo)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·