Kardiolog Beberkan Cara Kerja Alat Icd Yang Selamatkan Nyawa Eriksen

Sedang Trending 12 jam yang lalu
Jakarta -

Pesepak bola asal Denmark, Christian Eriksen (34), mengonfirmasi bahwa kondisinya sekarang "baik-baik saja" dan sedang menjalani masa pemulihan di rumah berbareng keluarganya. Pernyataan ini menyusul kejadian kolapsnya sang gelandang dalam laga internasional antara Denmark melawan Ukraina.

Berbeda dengan kejadian mengerikan nan dialaminya di Piala Eropa 2021 lalu, kali ini Eriksen dapat langsung bangkit dan melangkah keluar lapangan setelah sadar. Pemulihan kilat ini terjadi berkah sebuah perangkat medis mini nan ditanam di dalam dadanya, nan dikenal sebagai ICD (Implantable Cardioverter Defibrillator).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana Cara Kerja ICD di Tubuh Eriksen?

ICD adalah sebuah perangkat medis pandai berukuran mini nan berfaedah mendeteksi gangguan irama jantung secara real-time dan langsung memperbaikinya seketika itu juga. Alat ini bertindak sebagai jaring pengaman otomatis di dalam tubuh.

Prof Michael Papadakis, master kardiologi dari St George's, University of London, menyebut perangkat ini sebagai "shock box" alias kotak kejut elektrik.

"Alat ini menjaga irama jantung. Jika mendeteksi ketidakteraturan irama nan sangat sigap dan menakut-nakuti jiwa, perangkat ini bakal memberikan sengatan listrik untuk menghidupkan kembali jantung secara normal," jelas Papadakis kepada BBC Health.

Pada kasus Eriksen baru-baru ini, perangkat ICD tersebut langsung mendeteksi debar jantung nan mendadak tidak normal, lampau melepaskan kejut listrik instan dari dalam dada tanpa perlu menunggu tim medis membawa perangkat defibrillator portabel ke lapangan luar.

Rasanya Seperti Dipukul di Dada

Meskipun sangat efektif menyelamatkan nyawa dari henti jantung (cardiac arrest), sengatan dari perangkat ini memberikan sensasi kejutan bentuk nan cukup kuat bagi penggunanya.

Prof Aneil Malhotra, seorang kardiolog olahraga dari Manchester Metropolitan University, menjelaskan bahwa proses menyetel ulang jantung lewat ICD ini seumpama mematikan dan menghidupkan kembali komputer nan sedang error.

"Sensasi sengatannya rasanya seperti dipukul dengan keras di bagian dada," ungkap Prof. Malhotra.

Pemasangan ICD pada tubuh Eriksen dilakukan beberapa hari setelah dirinya sempat mengalami "mati suri" di lapangan pada tahun 2021 silam. Berkat perangkat nan tertanam di dadanya tersebut, kegunaan jantung Eriksen langsung tereset dalam hitungan detik saat mengalami masalah di laga terbaru, sehingga mencegah kerusakan otak alias organ akibat kekurangan pasokan darah.

(kna/kna)

Sumber detik-health