PALANGKA RAYA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong penguatan program training kerja nan inklusif.
Kepala Disnakertrans Kalteng, Farid Wajdi, meminta seluruh Balai Latihan Kerja (BLK) di wilayahnya untuk terbuka menerima peserta dari kalangan penyandang disabilitas.
Farid menjelaskan bahwa langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan kewenangan dalam memperoleh skill kompetensi. Menurutnya, sistem training saat ini telah diarahkan pada konsep inklusi nan lebih luas, didukung dengan elastisitas anggaran nan memadai.
“Kami minta balai latihan kerja nan melakukan training agar menerima penyandang disabilitas sepanjang dia memenuhi syarat,” ujar Farid Wajdi, Senin, 13 April 2026.
Berbeda dengan pola dua tahun lampau nan condong memisahkan kelas khusus, Farid menekankan bahwa saat ini semangat nan diusung adalah penggabungan alias inklusi dalam program reguler. Namun, jenis training nan diberikan tetap bakal disesuaikan dengan kondisi dan keahlian bentuk masing-masing peserta agar hasil nan dicapai maksimal
“Misalnya, jika hanya (keterbatasan) bentuk dia bikin kue bisa. Kalau bentuk tertentu dia mungkin komputer bisa. Jadi kita sesuaikan dengan jenis keahlian nan dia bisa ikuti,” jelasnya.
Farid mengaku telah menginstruksikan perihal ini secara langsung kepada koordinator lapangan maupun pengelola balai latihan agar segera mengimplementasikan program inklusif tersebut.
“Ini sudah saya minta kepada koordinator nya agar kelak inklusi,” pungkasnya.
(Syauqi)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·