CNN Indonesia
Kamis, 07 Mei 2026 15:00 WIB
Justin Baldoni disebut girang setelah menyelesaikan perselisihan hukumnya dirinya dengan Blake Lively pada Senin (4/5), setelah berkonflik sejak akhir 2024. (Getty Images via AFP/Dia Dipasupil)
Jakarta, CNN Indonesia --
Justin Baldoni disebut girang setelah menyelesaikan perselisihan hukumnya dirinya dengan Blake Lively pada Senin (4/5), setelah berkonflik sejak akhir 2024.
Ia juga sempat terlihat berada di Nashville, setelah buletin penyelesaian dengan Lively dirilis beberapa jam sebelum Met Gala 2026 nan diikuti istri Ryan Reynolds tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia sangat gembira... dengan hasil dan penyelesaian ini," kata pengacara Baldoni, Bryan Freedman, kepada Extra TV dalam sebuah wawancara nan dirilis Rabu (6/5).
Freedman menyebut kliennya sangat senang dengan hasil akhir kasus tersebut, meski katanya Baldoni sudah lepas dari psikis tergugat setelah pengadil menolak 10 dari 13 gugatan Lively, termasuk soal klaim pelecehan seksual.
Namun Freedman menyebut ada dorongan untuk menyelesaikan masalah Baldoni dengan sesegera mungkin. Ia juga menilai Justin dan perseorangan lainnya merasa percaya diri setelah keputusan pengadil nan dianggap mengubah permainan.
"Baldoni memandang penyelesaian ini sebagai akhir nan logis untuk kasus nan sudah selesai," kata Freedman.
"Justin tetap mau membantu orang-orang nan mengalami pengalaman serupa ketika mereka merasa dituduh melakukan sesuatu nan tidak mereka lakukan."
"Dan untuk menjadi pemimpin dalam membantu orang lain dengan langkah itu," tambahnya. "Saya tahu bahwa [Baldoni] bakal membantu orang-orang nan mengalami trauma serupa."
"Baldoni bakal terus menjadi pembela hak-hak wanita dan pembela organisasi penyintas kekerasan dalam rumah tangga, nan sayangnya telah diabaikan oleh pertempuran nan terjadi ini," kata Freedman.
Page Six menyebut sudah menghubungi perwakilan Blake Lively mengenai berita tersebut.
Justin Baldoni dan Blake Lively mendadak berbaikan dan mengakhiri perseteruan pada Senin (4/5), sesaat sebelum Met Gala dimulai dan Lively datang di aktivitas itu.
Kesepakatan tenteram itu juga terjadi dua pekan sebelum persidangan resmi gugatan Lively terhadap Baldoni nan mestinya dimulai pada 18 Mei.
"Hasil akhirnya - movie It Ends With Us - adalah sumber kebanggaan bagi kami semua nan bekerja untuk mewujudkannya," kata kedua pihak dalam pernyataan bersama.
"Meningkatkan kesadaran, dan memberikan akibat nan berfaedah dalam kehidupan para penyintas kekerasan dalam rumah tangga, dan semua penyintas, adalah tujuan nan kami dukung."
"Harapan tulus mereka bahwa ini membawa penyelesaian dan memungkinkan semua pihak nan terlibat untuk bergerak maju secara konstruktif dan damai, termasuk lingkungan nan saling menghormati secara daring."
Blake Lively melayangkan gugatan pelecehan seksual terhadap Justin Baldoni pada akhir 2024. Dugaan pelecehan itu terjadi selama produksi movie It Ends With Us pada 2024 lalu.
Selain terhadap Baldoni, Lively juga melayangkan gugatan perdata di pengadilan federal New York, Amerika Serikat terhadap Wayfarer Studios dan beberapa pihak lainnya.
Lively juga menuduh Baldoni dan timnya membentuk 'pasukan digital' untuk membikin narasi nan merugikannya usai movie tersebut dirilis.
Pada Januari 2025, Baldoni mengusulkan gugatan pencemaran nama baik senilai US$400 juta terhadap Lively dan suaminya, Ryan Reynolds. Ia menuduh keduanya 'membajak' filmnya dan berupaya menghancurkan kariernya. Namun, gugatan itu resmi dibatalkan.
(end)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·