CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2026 12:00 WIB
Jimmy Kimmel kembali melontarkan sindiran keras kepada Donald Trump tepat di hari ulang tahun ke-80 presiden AS itu. (ABC via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia --
Jimmy Kimmel kembali melontarkan sindiran keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump tepat di hari ulang tahun sang presiden nan ke-80 pada Minggu (14/6).
Melalui unggahan di akun IG pribadinya, kritikus vokal Trump tersebut membagikan kartu ucapan nan meniru kartu ucapan ulang tahun rahasia nan diduga pernah dikirimkan Trump kepada mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Happy #80," tulis Kimmel dalam keterangan unggahannya sembari menandai akun resmi Trump pada gambar kartu nan telah dimodifikasi tersebut.
Kartu tiruan tersebut bertuliskan pesan bersuara sindiran, "Selamat ulang tahun nan ke-80 Donald! Seorang sahabat adalah perihal nan luar biasa. Selamat ulang tahun dan semoga setiap hari menjadi rahasia bagus lainnya."
Selain mengubah nama tujuan menjadi nama Trump, Kimmel juga mengganti siluet wanita bugil dari kartu original dengan siluet kasar nan mengejek corak tubuh Trump.
Entertainment Weekly pada Minggu (14/6) melaporkan telah menghubungi pihak Gedung Putih untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai unggahan satire tersebut namun belum mendapatkan respons.
Kartu original nan menjadi inspirasi Kimmel diduga dikirimkan Trump kepada Epstein pada 2003 silam saat sang pemodal merayakan ulang tahun ke-50, jauh sebelum dia ditemukan tewas bunuh diri di sel tahanan New York pada Agustus 2019.
The Wall Street Journal menjadi media pertama nan membongkar keberadaan kartu tersebut pada Juli 2025, sebelum dirilis secara resmi perwakilan Partai Demokrat di Komite Pengawasan DPR pada September lalu.
Dokumen original tersebut menampilkan perbincangan antara tokoh berjulukan Donald dan Jeffrey nan membahas bahwa mereka mempunyai kesamaan tertentu dan menyebut sebuah teka-teki tidak pernah menua.
Sebelum ditutup dengan tanda tangan Donald J. Trump, baris terakhir perbincangan tersebut bertuliskan pesan mengenai indahnya seorang sahabat dan angan agar setiap hari menjadi rahasia nan indah.
Pihak Gedung Putih sendiri telah membantah keras keterlibatan Trump dalam pembuatan kartu tersebut melalui pernyataan Sekretaris Pers Karoline Leavitt pada September lalu.
"Seperti nan telah saya sampaikan sejak awal, sangat jelas bahwa Presiden Trump tidak menggambar gambar ini, dan dia tidak menandatanganinya," ujar Leavitt sembari menegaskan tim norma Trump bakal terus melakukan upaya peradilan.
Trump apalagi telah melayangkan gugatan norma senilai US$10 miliar terhadap The Wall Street Journal dan dua reporternya pada Juli lalu, nan sempat ditolak pengadil federal pada April 2026.
Namun, dia kembali mendaftarkan gugatan tersebut pada bulan berikutnya dengan menambahkan perusahaan induk Dow Jones, Rupert Murdoch, serta CEO News Corp Robert Thomson ke dalam berkas tuntutan.
Sindiran terbaru ini menambah panjang daftar serangan Kimmel nan berulang kali mengincar Trump atas dugaan hubungannya dengan mendiang Epstein semasa hidup.
(chri)
Add
as a preferred source on Google
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·