Jakarta, CNN Indonesia --
Perusahaan teknologi dan teknik asal Jerman, Bosch, memutuskan menutup dua instansi penelitian kepintaran buatan (AI) di Israel.
Anadolu Agency melaporkan penutupan tersebut merupakan nan pertama dilakukan Bosch di luar negeri sejak pandemi Covid-19 sekaligus nan pertama dilakukan di Negeri Zionis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Matthias Jekosch, pejabat di bagian komunikasi perusahaan, mengatakan kepada Andolu Agency bahwa keputusan ini dibuat sejak Desember tahun lampau dan telah diberi tahu kepada tenaga kerja pada Januari.
Jekosch berujar keputusan ini didorong oleh pertimbangan ekonomi, dengan mencatat bahwa kepintaran buatan belakangan semakin terkonsentrasi di pusat-pusat utama seperti China, Amerika Serikat, dan Eropa.
Ia menuturkan Bosch saat ini sedang memposisikan ulang operasionalnya sejalan dengan tren pasar global, perkembangan teknologi, dan potensi komersial.
Bosch memulai aktivitas penelitian di Israel pada 2018 melalui Bosch Center for Artificial Intelligence (BCAI) nan beraksi di Tel Aviv dan Haifa.
Penutupan kedua instansi ini diperkirakan selesai pada akhir Juni.
Bosch bakal mempertahankan kehadiran komersialnya di Israel lewat anak perusahaannya, ialah BSH, Elmo Motion Control, dan Bosch Ventures.
Kepala instansi Asosiasi Helmholtz Jerman di Tel Aviv, Andrea Frahm, sempat mengatakan bahwa para mahir Jerman, terutama nan mempunyai keluarga, enggan tinggal di Israel sejak Oktober 2023 buntut kecamuk perang nan merusak stabilitas operasional.
Menurut Frahm, perusahaan-perusahaan Jerman kemungkinan besar tidak bakal membuka instansi baru di Israel tanpa kepastian perencanaan nan lebih kuat.
Sektor teknologi Israel telah menghadapi tantangan nan kian besar dalam beberapa tahun terakhir. Investasi dan kesepakatan komersial di bagian ini turun ke level terendah sejak 2018 di tengah tekanan ekonomi dunia dan perang nan berkepanjangan.
(blq/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·