Jelang Psg Vs Liverpool: Wirtz Beda Pendapat Dengan Van Dijk

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Florian Wirtz berbeda pandangan dengan kapten Liverpool, Virgil Van Dijk, menjelang babak perempat final Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain (PSG).

Pertempuran PSG vs Liverpool di babak 8 besar Liga Champions (UCL) bakal lebih dulu digulirkan di markas PSG, Parc des Princes, Kamis (9/4) awal hari WIB.

Di atas kertas, Liverpool tak diunggulkan. PSG nan sempat loyo di beberapa laga sekarang telah bangkit berkah racikan matang ahli strategi Luis Enrique. Apalagi raja Liga Prancis itu menyandang status juara memperkuat UCL. Sebaliknya petaka sekarang terus menghampiri Liverpool.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Liverpool kudu merasakan kekalahan telak empat gol tanpa balas saat melawan Man City pekan lalu. Van Dijk menyinggung soal 'menyerah' dalam sebuah pernyataannya.

"Kalian tidak semestinya menyerah dan mungkin, pada titik tertentu, itulah nan terjadi," kata Van Dijk dinukil dari ESPN.

Wirtz tak senang dengan kata-kata Van Dijk soal performa Liverpool di Piala FA. Menurut bintang Jerman, Liverpool tak tunduk begitu saja meski dilibas 0-4 oleh Man City di babak perempat final Piala FA.

"Saya tidak tahu tentang apa nan dia [Van Dijk] katakan, tapi saya pikir saya tidak bakal setuju langsung lantaran kami tetap berupaya menciptakan kesempatan untuk membalikkan keadaan," ucap Wirtz membantan sang kapten.

"Tentu saja, ketika pertandingan semakin lama dan di menit ke-80 alias sekitarnya, dan kami tertinggal 3-0, secara mental juga susah untuk terus menyerang dan menyerang, dan kami hanya berupaya memberikan nan terbaik dalam pertandingan," lanjut eks Bayer Leverkusen itu.

Kekalahan memalukan atas Man City bakal jadi pertimbangan berbobot bagi Wirtz menatap laga krusial kontra PSG. Bagi pemain dengan nilai Rp2,6 triliun itu, Liverpool tak boleh lesu jika memang nantinya dibobol lebih dulu oleh Les Parisiens.

"Tentu saja, kami memerlukan 90 menit penuh daya dan komitmen besok, jika tidak, kami tidak bakal punya peluang. Kami memerlukan 90 menit untuk berasosiasi sebagai tim, apalagi di saat-saat sulit."

"Jika kami kebobolan, kami kudu tetap berasosiasi dan percaya bahwa kami tetap bisa memenangkan pertandingan ini, dan kami juga tetap mempunyai pertandingan kedua di kandang," pungkas Wirtz.

[Gambas:Video CNN]

(afr/sry)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-sport