CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2026 19:15 WIB
Ilustrasi. Kolagen krusial untuk kesehatan kulit agar tidak kendur dan tetap kencang. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak orang baru panik dan menyadari kulitnya menua ketika garis senyum makin dalam, pipi mulai turun, alias garis rahang tak lagi tegas. Padahal, penurunan kolagen tidak terjadi dalam semalam, proses ini berjalan perlahan dan sebenarnya bisa dikenali lebih awal lewat perubahan sederhana pada kulit.
Dokter estetika dari dr. Belle Aesthetic Clinic, Catherine Soebroto menjelaskan bahwa berkurangnya kolagen adalah biang kerok utama kulit kehilangan keahlian menopang struktur wajah.
"Ini lantaran kulit mulai kehilangan kolagen dan elastin, nan merupakan penopang struktur kulit. Dengan berkurangnya kolagen, kulit menjadi tipis sehingga kendur dan tampak turun," kata Catherine dalam keterangannya saat konvensi pers nan diselenggarakan dr. BELLE Aesthetic Clinic dan Galderma di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, secara teori, jumlah kolagen bakal terus merosot seiring bertambahnya usia. Setiap genap 10 tahun, jumlah kolagen di tubuh diprediksi berkurang sekitar 10 persen.
Lantas, gimana langkah mendeteksi penurunan kolagen sebelum terlambat?
Iseng-iseng berhadiah lewat 'tes cubit'
Salah satu langkah rumahan nan paling mudah untuk mengintip kondisi kulit adalah dengan melakukan tes cubit pipi. Meski bukan pemeriksaan medis, metode ini bisa memberikan gambaran awal mengenai ketebalan dan elastisitas kulit Anda.
"Kalau kulit bisa ditarik sampai panjang, tandanya kulit sudah sangat tipis," terang Catherine.
Kulit nan sehat dan tetap kaya kolagen biasanya bakal terasa padat, kenyal, dan langsung membal kembali ke posisi semula setelah dilepaskan. Sebaliknya, kulit nan mulai kehilangan fondasi penopangnya condong terasa tipis dan lemas saat dicubit.
Menariknya, tanda penuaan tidak serta-merta sama pada setiap orang. Pada orang Asia, berkurangnya kolagen jarang ditandai dengan kemunculan kerutan-kerutan lembut nan masif.
Karakteristik kulit Asia nan relatif lebih tebal membikin tanda penuaan justru lebih sering memengaruhi kontur wajah.
"Jadi tidak terlalu keriput, tapi lebih ke arah kendur sehingga tampak heavy jaw (rahang menggelambir) saat terjadi penuaan. Berbeda dengan orang Kaukasian nan condong berkerut dan keriput lantaran kulitnya lebih tipis," jelas Catherine.
Oleh lantaran itu, waspadai lima perubahan wajah berikut nan menandakan kolagen Anda mulai menipis:
• Pipi tampak turun alias kempis.
• Garis senyum (nasolabial fold) terlihat semakin dalam.
• Area rahang terlihat lebih berat alias turun (heavy jaw).
• Kulit di sekitar mata tampak sayu dan kurang terangkat.
• Wajah kehilangan corak tegas alias tampak 'merosot'.
Baca selanjutnya..
Add
as a preferred source on Google
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·