Jangan Tertipu, Petugas Sensus Ekonomi Resmi Pakai Rompi Dan Name Tag

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi (Kalteng) memastikan seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 bakal dilengkapi atribut resmi berupa rompi dan name tag saat melakukan pendataan di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti, saat Apel Siaga Persiapan Sensus Ekonomi 2026 di laman Kantor BPS Provinsi Kalteng, , Kamis, 9 April 2026.

Menurut Agnes, penggunaan atribut tersebut bukan sekadar kelengkapan administratif, melainkan simbol integritas, tanggung jawab, dan profesionalitas petugas sebagai “pejuang data” dalam menghimpun info ekonomi masyarakat.

“Petugas dapat dikenali melalui rompi dan name tag. Kami mengimbau masyarakat dan pelaku upaya untuk menerima petugas serta memberikan jawaban secara jujur,” ujarnya.

Ia menegaskan, kejujuran responden menjadi aspek kunci dalam menghasilkan info nan jeli dan berkualitas. Data nan dihimpun melalui Sensus Ekonomi 2026 nantinya bakal menjadi dasar utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Data nan dikumpulkan bakal kembali kepada masyarakat dalam corak kebijakan pemerintah, sehingga kejujuran dalam memberikan info sangat penting,” tegasnya.

Agnes menjelaskan, penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis untuk memotret secara menyeluruh struktur dan perkembangan ekonomi di , mulai dari upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga upaya berskala besar.

Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016, jumlah upaya di tercatat sebanyak 237.092 unit, dengan kekuasaan sebesar 98,42 persen merupakan UMKM. Sektor nan mendominasi antara lain perdagangan, akomodasi dan makan minum, serta industri pengolahan.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, pendataan dijadwalkan berjalan pada pertengahan 2026, ialah sekitar Mei hingga Agustus, melalui dua metode, ialah wawancara langsung (door to door) dan secara daring menggunakan metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).

Sementara itu, unik untuk upaya berskala besar, pengisian info dilakukan secara berdikari melalui sistem daring nan dikirimkan melalui email perusahaan.

Adapun info nan bakal dikumpulkan meliputi identitas usaha, jumlah tenaga kerja, pemanfaatan teknologi, hingga kondisi finansial dan sosial usaha.

Agnes mengungkapkan, BPS telah melakukan beragam persiapan, termasuk training berjenjang mulai dari pembimbing hingga pembimbing wilayah guna memastikan kualitas petugas sensus di lapangan.

Selain itu, dalam waktu dekat BPS juga bakal membuka rekrutmen petugas sensus nan bakal diterjunkan ke seluruh wilayah . Jumlah petugas diperkirakan mencapai sekitar dua ribu orang, menyesuaikan dengan jumlah upaya nan bakal didata.

Meski demikian, dia mengakui penyelenggaraan sensus tidak lepas dari sejumlah tantangan. Salah satunya adalah banyaknya variabel nan kudu dikumpulkan sehingga memerlukan waktu wawancara nan cukup lama.

Selain itu, potensi penolakan dari masyarakat juga menjadi perhatian, sehingga diperlukan support dan partisipasi aktif dari seluruh pihak agar pendataan dapat melangkah optimal.

“Kami berambisi tidak ada penolakan terhadap petugas, lantaran tanpa info nan komplit kita tidak bakal mempunyai gambaran utuh mengenai kondisi ekonomi, nan sangat krusial untuk perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat berjuntai pada tingkat kepercayaan dan keterbukaan masyarakat dalam memberikan info nan dibutuhkan.

(Sya'ban)

Sumber info-lokal