Jangan Sembarangan Cium Bayi, Ada Risiko Infeksi Mata Serius

Sedang Trending 9 jam yang lalu

CNN Indonesia

Selasa, 09 Jun 2026 20:00 WIB

Sembarangan cium bayi bisa berakibat fatal. Sebab bayi mempunyai sistem kekebalan tubuh nan belum matang. Ilustrasi. jangan sembarangan cium bayi, bisa berakibat fatal. (iStockphoto)

Jakarta, CNN Indonesia --

Larangan mencium bayi sembarangan kerap dianggap berlebihan oleh sebagian orang. Tak sedikit orang tua dicap terlalu protektif saat melarang orang lain mencium bayi mereka.

Padahal, sejumlah penelitian dan sumber medis menyebut kebiasaan ini memang mempunyai akibat kesehatan tertentu, terutama pada bayi nan sistem kekebalan tubuhnya belum matang.

Salah satu akibat nan paling sering disorot adalah penularan Herpes Simplex Virus jenis 1 (HSV-1), virus penyebab herpes mulut alias cold sore. Dalam kondisi tertentu, virus ini dapat menyerang mata dan menyebabkan jangkitan serius hingga gangguan penglihatan permanen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, krusial dipahami bahwa tidak semua ciuman otomatis menyebabkan kebutaan. Kasusnya memang tergolong jarang, tetapi secara medis tetap memungkinkan terjadi.

Melansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), HSV-1 merupakan virus nan sangat umum ditemukan pada orang dewasa. Virus ini terutama menular melalui kontak oral, air liur, kontak kulit, dan ciuman.

Masalahnya, banyak orang tidak menyadari dirinya membawa HSV-1 lantaran gejalanya bisa sangat ringan, apalagi tanpa indikasi sama sekali.

Pada orang dewasa, jangkitan HSV sering kali hanya menimbulkan luka mini di bibir. Namun pada bayi, terutama bayi baru lahir, virus ini dapat menyebabkan jangkitan nan jauh lebih berat lantaran sistem imun mereka belum berkembang sempurna.

Virus bisa menyerang mata

Infeksi herpes pada mata dikenal sebagai herpes simplex keratitis. Kondisi ini terjadi ketika HSV menginfeksi kornea alias lapisan cerah di bagian depan mata.

Jurnal Indian Journal of Ophthalmology menyebut HSV dapat menyebabkan:

• keratitis alias peradangan kornea,

• luka pada permukaan mata,

• jaringan parut kornea,

• hingga kehilangan penglihatan.

Bahkan, jurnal tersebut menyebut herpes simplex keratitis merupakan salah satu penyebab utama kebutaan kornea akibat jangkitan di negara maju.

Kenapa bayi lebih rentan?

Bayi baru lahir termasuk golongan nan paling rentan terhadap HSV. Infeksi HSV pada bayi tidak hanya dapat menyerang kulit dan mulut, tetapi juga mata, sistem saraf, hingga organ tubuh lain.

Karena daya tahan tubuh bayi belum matang, jangkitan dapat berkembang lebih sigap dan memicu komplikasi serius.

American Academy of Ophthalmology (AAO) juga menjelaskan herpes pada kornea dapat menyebabkan ulkus, jaringan parut, kornea menjadi keruh (corneal opacity), hingga kehilangan penglihatan permanen.

Salah satu argumen master cukup ketat melarang orang mencium bayi adalah lantaran HSV-1 bisa menular apalagi saat gejalanya belum terlihat jelas. Virus tetap dapat menyebar ketika:

• luka herpes tetap sangat kecil,

• baru mulai muncul,

• alias saat seseorang belum sadar dirinya sedang mengalami cold sore.

Karena itu, seseorang nan terlihat sehat pun tetap berpotensi menularkan virus melalui kontak dekat alias ciuman.

Untuk mengurangi akibat penularan HSV pada bayi, tenaga kesehatan umumnya menyarankan beberapa langkah sederhana, seperti:

• tidak mencium bayi saat sedang sakit alias mengalami cold sore,

• mencuci tangan sebelum menyentuh bayi,

• menghindari mencium area wajah, mata, alias mulut bayi,

• serta membatasi kontak dekat jika sedang mengalami jangkitan herpes.

Langkah ini krusial dilakukan terutama pada bayi baru lahir nan sistem kekebalan tubuhnya tetap sangat rentan terhadap infeksi.

(anm/tis)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-lifestyle