Jangan Berlebihan Meromantisasi Regenerasi Tunggal Putri

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Keberhasilan Indonesia memenuhi sasaran dengan masuk semifinal Uber Cup 2026 diiringi cerita sukses pemain muda. Namun belajar dari pengalaman nan ada, jangan terlalu berlebihan meromantisasi regenerasi tunggal putri.

Ni Kadek Dhinda dan Thalita Ramadhani Wiryawan adalah dua pemain muda nan ikut dalam perjuangan Indonesia dalam menembus babak semifinal. Ni Kadek Dhinda tetap berumur 19 tahun sedangkan Thalita berumur 18 tahun.

Dhinda mendapat sorotan lantaran penampilan ngotot nan dia tunjukkan sepanjang gelaran Uber Cup. nan paling diingat tentu momen saat dirinya bermain hingga skor 29-30 ketika menghadapi Lin Hsiang Ti dari Taiwan dalam duel penentuan juara grup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan Thalita mencuri perhatian lantaran bisa merebut satu poin dalam duel Indonesia vs Korea. Thalita mengalahkan Sim Yu Jin nan lebih senior dan berilmu dan sempat membikin skor jadi 1-2.

Bukan hanya merebut poin di partai semifinal, Thalita juga mempersembahkan nomor ketika dipercaya main dalam duel musuh Kanada dan Australia.

Kengototan dua pemain muda di lapangan inilah nan kemudian turut menghiasi keberhasilan Indonesia memenuhi sasaran masuk semifinal Uber Cup. Cerita bagus perjuangan pemain muda dan angan pada mereka menjadi jagoan di masa depan mulai diapungkan.

Namun nan kudu diwaspadai adalah Indonesia pernah ada di fase ini. Fase ketika pemain-pemain muda unjuk gigi di Uber Cup lampau dinilai jadi pemain masa depan. Dan kemudian pada akhirnya angan itu tenggelam tak lama kemudian.

Sebelum Uber Cup 2026, Indonesia juga mencatat sejumlah prestasi bagus di Uber Cup pada jenis sebelumnya. Indonesia membikin kejutan dengan masuk final di jenis 2024 dan jadi langganan perempat final di 2022 dan jenis 2020 nan digelar di 2021.

Dalam tiap edisi, selalu ada kemunculan pemain baru nan mencuri perhatian. Di jenis 2020, ada Putri Kusuma Wardani dan Ester Nurumi Tri Wardoyo nan tetap muda belia.

Masuk ke Uber Cup 2022, ada Bilqis Prasista nan bisa mengalahkan Akane Yamaguchi di fase grup. Edisi 2022 juga dipenuhi pemain-pemain muda lantaran Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani tak ikut serta.

Di Uber Cup 2024, giliran Komang Ayu Cahya Dewi nan bersinar. Ia jadi penentu kemenangan Indonesia atas Korea di babak semifinal. Ester juga kembali mencuri perhatian lantaran bisa menyumbang nomor dalam laga Indonesia vs Korea.

Karena itu, PBSI kudu bekerja keras untuk mengubah frasa itu. 'Harapan masa depan' kudu bersambung jadi 'andalan' dan tidak hanya terhenti di label 'harapan'.

Baca lanjutan buletin ini di laman berikut >>>

Add as a preferred
source on Google

Sumber cnn-sport