PROKALTENG.CO-Gaya hidup anak muda saat ini sangat dipengaruhi oleh media sosial. Tren kuliner nan viral di TikTok, Instagram, alias YouTube dengan sigap menjadi konsumsi massal, terutama lantaran adanya kejadian fear of missing out (FOMO).
Banyak remaja dan mahasiswa merasa perlu mencoba makanan alias minuman nan sedang terkenal agar tidak ketinggalan tren.
Sayangnya, sebagian besar produk viral tersebut lebih menonjolkan tampilan visual dan rasa unik dibandingkan kandungan gizi. Akibatnya, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan masalah kesehatan serius.
8 Makanan dan Minuman Viral yang Tidak Sehat
- Bubble Tea
Bubble teamenjadi ikon tren minuman anak muda. Dengan toppingboba kenyal dan rasa manis nan kuat, minuman ini sangat digemari. Namun, satu gelas bubble tea bisa mengandung 20–30 gram gula, melampaui pemisah harian nan direkomendasikan WHO. Konsumsi rutin berisiko memicu obesitas, glukosuria jenis 2, dan kerusakan gigi. - Minuman Energi
Minuman daya sering dianggap solusi sigap untuk menambah stamina. Padahal, kandungan kafein nan tinggi (hingga 200 mg per kaleng) dan gula tambahan bisa memicu gangguan jantung, insomnia, serta hipertensi. Kafein berlebihan dapat memicu palpitasi dan meningkatkan tekanan darah. - Mie Pedas Ekstrem
Tantangan mie pedas ekstrem menjadi tren di media sosial. Satu porsi mie instan pedas bisa mengandung lebih dari 1.500 mg natrium, mendekati pemisah harian WHO. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan hipertensi, gangguan lambung, hingga akibat stroke. - Es Kopi Susu Kekinian
Es kopi susu kekinian terkenal lantaran nilai terjangkau dan rasa manis nan pas di lidah anak muda. Namun, campuran kopi, susu kental manis, dan krimer nabati mengandung lemak trans serta gula tinggi. Dampaknya adalah obesitas, kolesterol tinggi, dan gangguan metabolisme. Menurut master gizi, kopi sebenarnya sehat jika tanpa gula berlebih, tetapi tren kopi susu justru menambah risiko kesehatan. - Snack Goreng Viral
Corn dog, ayam krispi, dan beragam jajanan goreng viral menjadi favorit anak muda. Minyak goreng nan digunakan berulang kali menghasilkan lemak trans berbahaya. Konsumsi rutin meningkatkan akibat kolesterol tinggi, obesitas, dan penyakit jantung. Makanan goreng viral ini lebih banyak kandungan minyak daripada protein. - Dessert Box dan Kue Viral
Dessert boxdengan lapisan krim, mentega, dan cokelat menjadi tren kuliner manis. Kandungan gula dan kalori nan tinggi dapat memicu resistensi insulin, obesitas, dan diabetes. Konsumsi rutin tanpa kontrol berisiko besar terhadap kesehatanmetabolisme. - Minuman Soda Rasa Baru
Soda dengan jenis rasa baru banyak dipromosikan sebagai minuman segar. Namun, satu kaleng soda bisa mengandung 35–40 gram gula. Dampaknya adalah obesitas, kerusakan gigi, dan gangguan metabolisme. Pakar gizi menyebut soda sebagai salah satu penyumbang utama obesitas remaja. - Street Food dengan Saus Instan
Street foodviral sering disajikan dengan saus instan tinggi MSG, natrium, dan pengawet. Konsumsi berlebihan dapat memicu sakit kepala, gangguan metabolisme, dan hipertensi. Pakar kesehatanmenegaskan bahwa MSG berlebihan rawan bagi kesehatan jangka panjang.
WHO merekomendasikan konsumsi gula maksimal 25 gram per hari, sementara banyak minuman viral melebihi pemisah ini dalam satu porsi.
Selain itu, konsumsi natrium berlebihan meningkatkan akibat hipertensi sejak usia muda.
Belum lagi krimer nabati dan gorengan mengandung lemak trans nan rawan bagi jantung.
Tren makanan dan minuman viral memang menarik secara visual dan rasa, tetapi konsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.
Fenomena FOMO membuat anak muda semakin rentan mengikuti tren tanpa mempertimbangkan akibat jangka panjang.
Perlunya edukasi nutrisi dan pola makan seimbang agar generasi muda tidak terjebak dalam style hidup nan merugikan kesehatan. (nur/jpg)
PROKALTENG.CO-Gaya hidup anak muda saat ini sangat dipengaruhi oleh media sosial. Tren kuliner nan viral di TikTok, Instagram, alias YouTube dengan sigap menjadi konsumsi massal, terutama lantaran adanya kejadian fear of missing out (FOMO).
Banyak remaja dan mahasiswa merasa perlu mencoba makanan alias minuman nan sedang terkenal agar tidak ketinggalan tren.
Sayangnya, sebagian besar produk viral tersebut lebih menonjolkan tampilan visual dan rasa unik dibandingkan kandungan gizi. Akibatnya, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan masalah kesehatan serius.
8 Makanan dan Minuman Viral yang Tidak Sehat
- Bubble Tea
Bubble teamenjadi ikon tren minuman anak muda. Dengan toppingboba kenyal dan rasa manis nan kuat, minuman ini sangat digemari. Namun, satu gelas bubble tea bisa mengandung 20–30 gram gula, melampaui pemisah harian nan direkomendasikan WHO. Konsumsi rutin berisiko memicu obesitas, glukosuria jenis 2, dan kerusakan gigi. - Minuman Energi
Minuman daya sering dianggap solusi sigap untuk menambah stamina. Padahal, kandungan kafein nan tinggi (hingga 200 mg per kaleng) dan gula tambahan bisa memicu gangguan jantung, insomnia, serta hipertensi. Kafein berlebihan dapat memicu palpitasi dan meningkatkan tekanan darah. - Mie Pedas Ekstrem
Tantangan mie pedas ekstrem menjadi tren di media sosial. Satu porsi mie instan pedas bisa mengandung lebih dari 1.500 mg natrium, mendekati pemisah harian WHO. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan hipertensi, gangguan lambung, hingga akibat stroke. - Es Kopi Susu Kekinian
Es kopi susu kekinian terkenal lantaran nilai terjangkau dan rasa manis nan pas di lidah anak muda. Namun, campuran kopi, susu kental manis, dan krimer nabati mengandung lemak trans serta gula tinggi. Dampaknya adalah obesitas, kolesterol tinggi, dan gangguan metabolisme. Menurut master gizi, kopi sebenarnya sehat jika tanpa gula berlebih, tetapi tren kopi susu justru menambah risiko kesehatan. - Snack Goreng Viral
Corn dog, ayam krispi, dan beragam jajanan goreng viral menjadi favorit anak muda. Minyak goreng nan digunakan berulang kali menghasilkan lemak trans berbahaya. Konsumsi rutin meningkatkan akibat kolesterol tinggi, obesitas, dan penyakit jantung. Makanan goreng viral ini lebih banyak kandungan minyak daripada protein. - Dessert Box dan Kue Viral
Dessert boxdengan lapisan krim, mentega, dan cokelat menjadi tren kuliner manis. Kandungan gula dan kalori nan tinggi dapat memicu resistensi insulin, obesitas, dan diabetes. Konsumsi rutin tanpa kontrol berisiko besar terhadap kesehatanmetabolisme. - Minuman Soda Rasa Baru
Soda dengan jenis rasa baru banyak dipromosikan sebagai minuman segar. Namun, satu kaleng soda bisa mengandung 35–40 gram gula. Dampaknya adalah obesitas, kerusakan gigi, dan gangguan metabolisme. Pakar gizi menyebut soda sebagai salah satu penyumbang utama obesitas remaja. - Street Food dengan Saus Instan
Street foodviral sering disajikan dengan saus instan tinggi MSG, natrium, dan pengawet. Konsumsi berlebihan dapat memicu sakit kepala, gangguan metabolisme, dan hipertensi. Pakar kesehatanmenegaskan bahwa MSG berlebihan rawan bagi kesehatan jangka panjang.
WHO merekomendasikan konsumsi gula maksimal 25 gram per hari, sementara banyak minuman viral melebihi pemisah ini dalam satu porsi.
Selain itu, konsumsi natrium berlebihan meningkatkan akibat hipertensi sejak usia muda.
Belum lagi krimer nabati dan gorengan mengandung lemak trans nan rawan bagi jantung.
Tren makanan dan minuman viral memang menarik secara visual dan rasa, tetapi konsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.
Fenomena FOMO membuat anak muda semakin rentan mengikuti tren tanpa mempertimbangkan akibat jangka panjang.
Perlunya edukasi nutrisi dan pola makan seimbang agar generasi muda tidak terjebak dalam style hidup nan merugikan kesehatan. (nur/jpg)
2 minggu yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·