Jalan Hm Arsyad Rusak Parah, Dprd Kalteng Sebut Terkendala Anggaran

Sedang Trending 15 jam yang lalu

SAMPIT, PROKALTENG.CO-  Kerusakan parah di ruas Jalan HM Arsyad penghubung Kota Sampit dan Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menjadi sorotan. Banyaknya lubang dan kondisi jalan nan mengelupas dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Pasalnya jalan nan juga menjadi penghubung Kota Sampit dan Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan itu mempunyai banyak lubang nan dinilai berbahaya.

Kerusakan itu bisa ditemui di wilayah Desa Bagendang hingga ruas jalan Samuda.

Kerusakan jalan itu dinilai sangat merugikan terlebih lagi bagi pengendara roda dua.

Sebab, kendaraan berbadan besar alias truk, sering lampau lalang di jalan nan dibawah izin Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) itu.

Namun, keterbatasan anggaran membikin Pemprov tak bisa melakukan banyak.

Ketua DPRD Kalteng, Arton S Dohong , mengakui ruas jalan milik provinsi itu memang belum tertangani maksimal lantaran keterbatasan anggaran wilayah nan ambruk drastis.

Electronic money exchangers listing

“Pemerintah provinsi pasti memprogramkan, lantaran itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Hanya saja nan jadi persoalan barangkali masalah pendanaan,” katanya saat diwawancarai awak media selama kunjungan ke Kotim , Rabu (19/5/2026) sore.

Ia berharap, penanganannya bisa dilakukan di tahun-tahun berikutnya. Terhadap jalan nan mengelupas dan bergelombang itu, dia menyebut kondisi tersebut tetap lebih baik dibandingkan jalan tanah.

“Kita diharapkan ya semoga di tahun-tahun berikutnya itu bakal bisa terselesaikan.   Dengan bahasa lain lebih lezat nan ada aspalnya sedikit, nan terkupas-kupas dari jalan tanah,” katanya.

Arton blak-blakan mengungkap kondisi finansial wilayah nan sedang tidak baik-baik saja. Ia menyebut APBD Kalteng turun tajam dalam dua tahun terakhir.

“Dua tahun berturut-turut ini APBD kita menurun sangat drastis. Di tahun 2026 ini dari Rp10 triliun menjadi Rp5,4 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, dari total APBD tersebut, anggaran shopping langsung nan betul-betul bisa dipakai untuk pembangunan bentuk hanya sekitar Rp1,5 triliun.

Padahal pemerintah provinsi kudu menangani ribuan kilometer jalan nan tersebar di 13 kabupaten dan satu kota.

“Membagikan anggaran nan begitu besar hanya Rp1,5 triliun dengan ruas wilayah ada 13 kabupaten satu kota itu tidak mudah,” imbuhnya. (mif/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO-  Kerusakan parah di ruas Jalan HM Arsyad penghubung Kota Sampit dan Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menjadi sorotan. Banyaknya lubang dan kondisi jalan nan mengelupas dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Pasalnya jalan nan juga menjadi penghubung Kota Sampit dan Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan itu mempunyai banyak lubang nan dinilai berbahaya.

Kerusakan itu bisa ditemui di wilayah Desa Bagendang hingga ruas jalan Samuda.

Electronic money exchangers listing

Kerusakan jalan itu dinilai sangat merugikan terlebih lagi bagi pengendara roda dua.

Sebab, kendaraan berbadan besar alias truk, sering lampau lalang di jalan nan dibawah izin Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) itu.

Namun, keterbatasan anggaran membikin Pemprov tak bisa melakukan banyak.

Ketua DPRD Kalteng, Arton S Dohong , mengakui ruas jalan milik provinsi itu memang belum tertangani maksimal lantaran keterbatasan anggaran wilayah nan ambruk drastis.

“Pemerintah provinsi pasti memprogramkan, lantaran itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Hanya saja nan jadi persoalan barangkali masalah pendanaan,” katanya saat diwawancarai awak media selama kunjungan ke Kotim , Rabu (19/5/2026) sore.

Ia berharap, penanganannya bisa dilakukan di tahun-tahun berikutnya. Terhadap jalan nan mengelupas dan bergelombang itu, dia menyebut kondisi tersebut tetap lebih baik dibandingkan jalan tanah.

“Kita diharapkan ya semoga di tahun-tahun berikutnya itu bakal bisa terselesaikan.   Dengan bahasa lain lebih lezat nan ada aspalnya sedikit, nan terkupas-kupas dari jalan tanah,” katanya.

Arton blak-blakan mengungkap kondisi finansial wilayah nan sedang tidak baik-baik saja. Ia menyebut APBD Kalteng turun tajam dalam dua tahun terakhir.

“Dua tahun berturut-turut ini APBD kita menurun sangat drastis. Di tahun 2026 ini dari Rp10 triliun menjadi Rp5,4 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, dari total APBD tersebut, anggaran shopping langsung nan betul-betul bisa dipakai untuk pembangunan bentuk hanya sekitar Rp1,5 triliun.

Padahal pemerintah provinsi kudu menangani ribuan kilometer jalan nan tersebar di 13 kabupaten dan satu kota.

“Membagikan anggaran nan begitu besar hanya Rp1,5 triliun dengan ruas wilayah ada 13 kabupaten satu kota itu tidak mudah,” imbuhnya. (mif/kpg)

Sumber prokalteng