Jalan Biru Palangka Raya Tuai Kritik, Gubernur: Kami Yang Paling Kecewa

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

(Kalteng) menuai sorotan setelah proyek pengecatan biru di sejumlah ruas jalan protokol Kota mulai luntur dan memudar meski pengerjaannya belum selesai.

Menanggapi kritik masyarakat, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, mengaku pihaknya justru lebih kecewa terhadap hasil proyek tersebut.

“Kami selaku gubernur pasti boleh dipastikan, jika masyarakat kecewa, kami nan sangat kecewa sebetulnya. Tapi di sini kami kan enggak bisa ngamuk,” ujarnya saat bertemu pers di Istana Isen Mulang, , Selasa, 19 Mei 2026.

Agustiar juga menyinggung keahlian Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas PUPR, nan disebut sebagai inisiator proyek pengecatan jalan biru tersebut.

Menurutnya, ada indikasi pola kerja asal bapak senang (ABS) dalam penyelenggaraan proyek tersebut lantaran kurangnya pengawasan di lapangan.

“Kami lihat OPD-nya ABS kayaknya, dia perintah anak buahnya, dia tidak kontrol ke lapangan,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah sebenarnya mau menghadirkan suasana kota nan lebih bagus dan membikin masyarakat merasa nyaman. Namun hasil pengerjaan di lapangan justru memicu kritik publik.

“Kalau masalah kecewa, ya kami paling kecewa lagi, lantaran kami mau keberadaan kami masyarakat bisa senyum bahagia, justru ini sebaliknya,” ujarnya.

Agustiar mengatakan pihaknya telah memanggil Inspektorat untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai prosedur nan bertindak di .

“Kami sudah panggil Inspektorat untuk menindaklanjuti, Inspektorat sudah turun ke lapangan,” katanya.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa mengambil tindakan secara emosional lantaran proyek tersebut menyangkut kepentingan publik dan kudu ditangani sesuai sistem nan berlaku.

“Kami sudah perintahkan Inspektorat, lantaran sesuai SOP begitu di , kami ikuti alur itu. Masa kami ngamuk-ngamukkan, ini kan bukan persoalan pribadi, ini urusan publik dan ada SOP-nya,” tegasnya.

Agustiar mengungkapkan saat ini pemerintah mempunyai dua opsi mengenai kelanjutan proyek tersebut, ialah menghentikan proyek dan menempuh jalur alias tetap melanjutkan pengerjaan dengan evaluasi.

“Kami punya dua opsi, apakah ini distop alias dilanjutkan? Kalau distop kita tindak secara jalur , tapi saya rasa pilihannya nan kedua dilanjutkan,” ujarnya.

Ia menyebut keputusan sementara nan diambil pemerintah adalah melanjutkan proyek tersebut sembari tetap melakukan pertimbangan terhadap pihak pelaksana.

“Saya sudah koordinasi juga, tapi dalam waktu dekat opsi dua itu nan kita ambil,” katanya.

Untuk diketahui, ruas jalan nan telah dicat biru sejauh ini berada di area Bundaran Besar , Jalan Imam Bonjol, Bundaran Kecil , Jalan RTA Milono, Jalan Yos Sudarso, Jalan Thamrin, Jalan G. Obos, Jalan D.I. Panjaitan, hingga Jalan Katamso.

(Sya'ban)

Sumber info-lokal