Jakarta, CNN Indonesia --
Iran menegaskan kesepakatan dengan Washington untuk mengakhiri perang sebagai "deklarasi kekalahan Amerika Serikat".
Hal itu diutarakan kepala delegasi negosiator sekaligus ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, beberapa hari setelah AS-Iran meneken kesepakatan lanjutan di Swiss.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesepahaman (MoU) Islamabad bukanlah hasil tekanan alias paksaan, melainkan buah dari keteguhan dan kekuatan bangsa Iran nan berani," kata Ghalibaf, pada Rabu (24/6) mengenai kesepakatan nan difinalisasi melalui mediasi Pakistan tersebut.
"Itulah sebabnya Memorandum Saling Pengertian Islamabad menjadi deklarasi kekalahan Amerika Serikat," ujarnya lagi.
Dalam kesempatan itu, Ghalibaf juga menegaskan keamanan Timur Tengah kudu dijamin oleh negara-negara di area itu sendiri, bukan menggantungkan kepada negara lain di luar kawasan.
Pernyataan itu keluar untuk menyindir negara-negara Arab di area nan tetap menampung pangkalan militer AS dan menggantungkan keamanan serta pertahanan kepada Washington.
Selama perang AS-Iran pecah, Teheran melancarkan serangan-serangan jawaban ke pangkalan dan akomodasi militer AS lain di negara-negara tersebut, memicu perang makin meluas.
Ghalibaf pun berupaya menyampaikan pesan ke negara tetangga Iran bahwa mereka bakal lebih diuntungkan jika menjalin hubungan lebih erat dengan Teheran dibandingkan dengan Barat.
"Kami memandang masa depan area bukan dalam konfrontasi, melainkan interaksi; bukan dalam penghapusan satu sama lain, melainkan hidup berdampingan," kata Ghalibaf seperti dikutip AFP.
Negosiator utama Iran itu juga kembali menegaskan bahwa perdamaian di Lebanon, nan terseret ke dalam perang setelah golongan Hizbullah nan didukung Teheran melancarkan serangan ke Israel, merupakan salah satu pilar utama untuk mencapai kesepakatan permanen dengan Amerika Serikat.
"Bagi kami, gencatan senjata di Lebanon sama pentingnya dengan gencatan senjata di Iran. Berakhirnya perang di Lebanon sama pentingnya dengan berakhirnya perang di Iran," ujar Ghalibaf.
(rds/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·