Iran Minta Bayaran Bitcoin Dari Kapal Yang Lewat Selat Hormuz

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Polemik perlintasan kapal tanker minyak di Selat Hormuz lantaran perang Iran dengan AS-Israel terus berlanjut. Iran menuntut tanker minyak nan mau melewati Selat Hormuz untuk bayar tol dalam corak mata duit kripto.

Hamid Hosseini, ahli bicara Serikat Buruh Eksportir Produk Minyak, Gas, dan Petrokimia Iran mengatakan kepada Financial Times bahwa Iran mau memungut biaya tol dari setiap kapal tanker nan lewat dan memeriksa setiap kapal.

Hosseini mengatakan kapal tanker nan mau melintasi Selat Hormuz kudu mengirimkan email kepada otoritas Iran. Setelah itu Iran bakal memberi tahu untuk bayar tol dalam corak mata duit kripto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah email diterima dan Iran menyelesaikan perhitungannya, kapal-kapal bakal diberi waktu beberapa detik untuk bayar dengan bitcoin, agar mereka tidak dapat dilacak alias disita lantaran sanksi," kata Hosseini, seperti dikutip dari Gizmodo, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan tarif nan dipatok adalah USD 1 per barel minyak. Kapal tanker nan muatannya kosong dapat melintas tanpa dipungut biaya.

Kabar ini mengikuti laporan Bloomberg sebelumnya nan menyatakan Iran mulai beranjak ke kripto, tepatnya stablecoin seperti USDT dan USD1, untuk pembayaran seperti ini. Laporan terbaru dari FT menyebut bitcoin sebagai mata uang digital pilihan secara spesifik.

Stablecoin seperti USDT mempunyai backdoor nan memungkinkan pemblokiran pembayaran dan pembekuan aset, sementara bitcoin tidak mempunyai penerbit terpusat alias pemroses pihak ketiga sehingga lebih kondusif dari kombinasi tangan pihak ketiga.

Nilai bitcoin juga melonjak dari USD 68.000 menjadi USD 72.000 setelah berita Iran dan AS bakal mencapai kesepakatan, dan terus naik setelah laporan dari FT tentang pembayaran tol Selat Hormuz.


(vmp/vmp)

Sumber detik-inet