Jakarta, CNN Indonesia --
Iran menetapkan tenggat waktu (deadline) satu bulan bagi Amerika Serikat (AS) untuk menyepakati negosiasi damai, termasuk membuka blokade Washington di Selat Hormuz.
Dua sumber nan mengetahui proposal itu mengatakan kepada Axios bahwa Iran meminta AS membikin kesepakatan dalam 30 hari untuk mengakhiri perang di Iran dan Lebanon, serta menyudahi blokade di pelabuhan Iran.
Proposal tenteram Iran ini berisi 14 poin nan di antaranya menyerukan agunan agar tak ada lagi serangan alias agresi di masa mendatang. Dalam proposal tersebut, Iran juga meminta agar aset-aset mereka nan dibekukan AS dibebaskan dan segala hukuman dicabut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usulan ini disebut diserahkan Iran pada Kamis (30/5) melalui Pakistan selaku negara mediator. Menurut para sumber, proposal Iran ini mempunyai sejumlah fase, di mana fase kedua hanya bisa dijalani jika fase awal tercapai.
Fase kedua disebut berfokus pada program nuklir Iran, nan dianggap AS sebagai "garis merah". Iran telah menegaskan program nuklir mereka untuk keperluan sipil dan bersikeras mempertahankan pengayaan uraniumnya.
"Sekarang bolanya ada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi alias melanjutkan pendekatan konfrontatif," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah IRIB.
Pada Sabtu (2/5), Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah diberi pengarahan mengenai "konsep kesepakatan tersebut".
Trump mengaku sedang meninjau proposal Iran sembari memperingatkan bahwa Washington dapat melanjutkan serangan andaikan Teheran "berperilaku buruk".
"Jika mereka melakukan sesuatu nan buruk, ada kemungkinan perihal itu bisa terjadi," kata Trump saat ditanya tentang potensi serangan ke Iran.
Tak lama setelah bicara kepada wartawan, Trump mengatakan kepada wartawan media Israel KAN bahwa proposal Iran tidak bisa dia terima.
"Saya sudah mempelajarinya, saya sudah mempelajari semuanya, usulan itu tidak bisa diterima," kata Trump.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan Iran merupakan tindakan "sangat ramah" dan tak bisa dipersoalkan.
Ia juga menyemprot Iran nan menurutnya "belum bayar nilai cukup mahal atas apa nan mereka lakukan terhadap umat manusia dan bumi selama 47 tahun terakhir."
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·