Insentif Hanya Untuk Mobil Listrik, Tak Termasuk Hybrid

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah memastikan insentif pembelian kendaraan baru nan sekarang tengah disiapkan hanya bakal diberikan untuk kendaraan listrik murni alias electric vehicle (EV), tidak termasuk mobil berteknologi hybrid.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menjelaskan insentif pembelian mobil listrik ini bakal diberikan melalui skema pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Besarannya tetap dalam tahap finalisasi dengan rentang antara 40 persen hingga 100 persen.

"PPN DTP itu ada nan 100 persen, ada nan 40 persen, kelak tetap didiskusikan skemanya. Itu utamanya EV ya, bukan hybrid," kata Purbaya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Purbaya, pemerintah saat ini tetap menyusun perincian patokan insentif tersebut sebelum diumumkan secara resmi. Salah satu aspek nan bakal menentukan besaran subsidi adalah jenis baterai nan digunakan kendaraan listrik, ialah baterai berbasis nikel dan nonnikel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencananya porsi insentif bakal diberikan lebih besar kepada kendaraan listrik nan menggunakan baterai nikel. Kebijakan ini sejalan dengan upaya memperkuat hilirisasi nikel dan pengembangan industri baterai nasional.

Purbaya mengaku sempat membaca pemberitaan media internasional nan mempertanyakan prospek nikel Indonesia setelah China mengembangkan teknologi baterai nonnikel.

Sebagai respons, pemerintah memilih memperkuat pemanfaatan nikel dalam negeri melalui kebijakan fiskal.

"Kita kembali sekarang, nikelnya kita pakai. Biar nikel kita bisa terpakai dan hilirisasi teknologi baterainya berjalan," jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan insentif kendaraan listrik direncanakan bertindak awal Juni, namun belakangan ditunda sebulan ke Juli 2026. Pada tahap awal, kuota insentif disiapkan untuk 100 ribu unit mobil listrik.

Pemerintah juga membuka kesempatan menambah kuota andaikan seluruh alokasi awal telah terserap habis.

Selain mobil listrik, pemerintah juga menyiapkan insentif untuk pembelian sepeda motor listrik. Namun skemanya berbeda lantaran diberikan dalam corak support langsung sebesar Rp5 juta per unit.

Sama seperti mobil listrik, kuota awal subsidi motor listrik ditetapkan sebanyak 100 ribu unit dan bisa ditambah sesuai kebutuhan kelak.

(ryh/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-oto