PROKALTENG.CO-Saat membahas mobil listrik, baterai menjadi komponen nan paling sering menimbulkan kekhawatiran. Banyak orang beranggapan bahwa setelah beberapa tahun digunakan, baterai bakal sigap rusak dan kendaraan tidak lagi nyaman digunakan.
Padahal, beragam penelitian dan pengalaman pengguna di beragam negara menunjukkan bahwa kondisi mobil listrik setelah lima tahun umumnya tetap sangat layak digunakan.
Penurunan performa memang terjadi, tetapi tidak sebesar nan banyak dibayangkan.
- Kapasitas Baterai Mulai Berkurang, Tetapi Tidak Signifikan
Sama seperti baterai ponsel, baterai mobil listrik juga mengalami degradasi seiring waktu. Namun prosesnya berjalan jauh lebih lambat lantaran sistem manajemen baterai pada kendaraan modern jauh lebih canggih.
Dalam penggunaan normal, sebagian besar baterai mobil listrik mengalami penurunan kapabilitas sekitar 5 hingga 15 persen setelah lima tahun pemakaian.
Artinya, jika saat baru mobil bisa menempuh jarak 400 kilometer dalam kondisi baterai penuh, setelah lima tahun jarak tempuhnya mungkin berada di kisaran 340 hingga 380 kilometer.
Bagi sebagian besar pengguna harian, penurunan tersebut tetap tergolong wajar dan tidak terlalu mengganggu aktivitas.
- Biaya Perawatan Tetap Lebih Rendah
Salah satu untung terbesar mobil listrik mulai terasa setelah beberapa tahun pemakaian.
Mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin, filter oli, busi, timing belt, maupun beragam komponen lain nan umum ditemukan pada kendaraan bermesin bensin alias diesel.
PROKALTENG.CO-Saat membahas mobil listrik, baterai menjadi komponen nan paling sering menimbulkan kekhawatiran. Banyak orang beranggapan bahwa setelah beberapa tahun digunakan, baterai bakal sigap rusak dan kendaraan tidak lagi nyaman digunakan.
Padahal, beragam penelitian dan pengalaman pengguna di beragam negara menunjukkan bahwa kondisi mobil listrik setelah lima tahun umumnya tetap sangat layak digunakan.
Penurunan performa memang terjadi, tetapi tidak sebesar nan banyak dibayangkan.
- Kapasitas Baterai Mulai Berkurang, Tetapi Tidak Signifikan
Sama seperti baterai ponsel, baterai mobil listrik juga mengalami degradasi seiring waktu. Namun prosesnya berjalan jauh lebih lambat lantaran sistem manajemen baterai pada kendaraan modern jauh lebih canggih.
Dalam penggunaan normal, sebagian besar baterai mobil listrik mengalami penurunan kapabilitas sekitar 5 hingga 15 persen setelah lima tahun pemakaian.
Artinya, jika saat baru mobil bisa menempuh jarak 400 kilometer dalam kondisi baterai penuh, setelah lima tahun jarak tempuhnya mungkin berada di kisaran 340 hingga 380 kilometer.
Bagi sebagian besar pengguna harian, penurunan tersebut tetap tergolong wajar dan tidak terlalu mengganggu aktivitas.
- Biaya Perawatan Tetap Lebih Rendah
Salah satu untung terbesar mobil listrik mulai terasa setelah beberapa tahun pemakaian.
Mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin, filter oli, busi, timing belt, maupun beragam komponen lain nan umum ditemukan pada kendaraan bermesin bensin alias diesel.
4 jam yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·