Indra Sjafri Debut, Ganjar 'tersiksa' Di Mandiri Jogja Marathon 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Mandiri Jogja Marathon (MJM) kembali menjadi magnet bagi pelari dari beragam kalangan. Ajang lari nan menghadirkan empat kategori ini menjadi arena kompetisi, sekaligus ruang untuk menikmati keelokan alam, budaya, serta atmosfer unik Yogyakarta.

Beragam pengalaman dari peserta menunjukkan bahwa MJM 2026 bukan sekadar arena menguji keahlian fisik.

Kombinasi tantangan rute, pemandangan alam, sentuhan budaya lokal, dan support masyarakat menjadi daya tarik nan meninggalkan kesan mendalam bagi para pelari, baik nan baru pertama kali mengikuti lomba maupun nan telah berulang kali berpartisipasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan pembimbing Timnas Indonesia, Indra Sjafri, mengaku baru pertama kali mengikuti arena marathon melalui MJM 2026. Pada kesempatan tersebut, dia memilih kategori 5K Fun Run sebagai langkah awal untuk menjajal bumi lari.

"Hari ini pertama kali saya ikut marathon ialah Mandiri Marathon di Yogyakarta. Dan pengalamannya cukup punya tantangan dan lantaran ini pengalaman pertama, saya hanya ngambil nan 5 kilo dulu," ujar Indra Sjafri.

Ia mengungkapkan sebenarnya sempat berencana mengikuti kategori 10K. Namun, kuota kategori tersebut sudah lenyap saat pendaftaran.

Menurut Indra, salah satu daya tarik utama MJM 2026 terletak pada suasana sepanjang lintasan. Kehadiran musik tradisional dan support masyarakat di sepanjang rute memberikan pengalaman nan berkesan.

"Jalurnya cukup bagus, ya. Dan apalagi di perjalanan itu ada musik-musik tradisional, terus ada juga masyarakat keluar nan menyemangati, dan ini saya pikir jalur apa, rute nan sangat bagus sekali," tuturnya.

Ia pun membuka kesempatan untuk kembali ambil bagian pada penyelenggaraan berikutnya.

"Ya, dan ini kan baru, baru pertama kali dan mudah-mudahan kelak saya bakal ikut di event-event lain juga. Dan menarik, ya, kita bisa punya bersosialisasi dengan banyak orang dan menambah teman," ucapnya.

Sementara itu, Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo nan mengikuti MJM untuk kedua kalinya menilai rute tahun ini memberikan tantangan tersendiri, terutama pada kilometer-kilometer awal nan dipenuhi tanjakan.

"Rutenya bagus, awalnya cukup menyiksa. Jadi buat para runner, mental Anda bakal jatuh di setidaknya 15 km pertama," kata Ganjar.

Ganjar mengungkapkan, elevasi nan terus menanjak sejak awal lomba menjadi ujian utama bagi para pelari. Namun, tantangan tersebut terbayar dengan pemandangan nan disuguhkan sepanjang perjalanan.

"Karena di awal mulai start kita sudah mulai apa elevasi, naik terus. Tapi pemandangannya indah, jadi jika Anda enjoy dengan larimu, Anda bakal menikmati dengan wah enak-enak sekali. Dan terakhir-terakhirnya baru bonus," ujarnya.

Ia pun mengaku menorehkan Personal Best (PB) alias pencapaian lari terbaiknya dalam MJM tahun ini.

Ganjar mencatatkan waktu 2 jam 19 menit, lebih baik dibandingkan sejumlah catatan waktunya pada gelaran tahun sebelumnya. "Mandiri Marathon sebelumnya 2 jam 42 menit," ucapnya.

Pengalaman tak kalah menarik datang dari Haris Dianto, pelari asal Cirebon nan mengikuti kategori marathon penuh alias 42,195 kilometer. Menurutnya, karakter rute MJM 2026 memberikan tantangan berbeda lantaran perpaduan jalur datar, tanjakan, dan turunan panjang.

"Pengalamannya luar biasa dari kilometer awal-awal kita flat dulu terus pertengahan kita mulai ada elevasi sampai kilometer 28 baru mulai turun terus. Itu tantangan tersendiri sih, ya. Jadi ketika setelah nanjak terus terus langsung turun terus, wah sangat luar biasa pokoknya," ujarnya.

Menariknya, Haris justru merasa turunan panjang lebih menguras tenaga dibandingkan tanjakan.

"Sebenarnya tetap oke sih elevasinya, ya. Lebih tersiksa di turunan malah daripada elevasi. Karena terlalu Iya, jadi kita nahan badan di situ," katanya.

Selain tantangan lintasan, Haris juga mengapresiasi pemandangan dan suasana nan tersaji sepanjang rute. MJM 2026 menjadi pengalaman pertama Haris mengikuti arena ini sekaligus debutnya di nomor marathon penuh. Ia sukses menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 3 jam 19 menit.

MJM 2026 mempunyai tema "More Than a Race". Ajang sport tourism ini memadukan kejuaraan lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, seremoni budaya, dan perjalanan menyusuri Yogyakarta nan berakibat sosial.

MJM 2026 diikuti 10.200 pelari dari 17 negara, catatan peserta terbesar sepanjang penyelenggaraan sejak 2017.

MJM 2026 menyajikan empat kategori buat para pelari, dengan lintasan mencakup lanskap budaya unik Yogyakarta, termasuk Candi Plaosan, Monumen Taruna, dan sejumlah desa tradisional nan telah tersertifikasi AIMS.

Tema "More Than a Race" dijabarkan ke dalam empat ekspresi, ialah pengalaman lari ikonik (Experience), seremoni budaya (Celebration), perjalanan wisata ke Yogyakarta (Trip to Jogja), serta akibat sosial dan ekonomi (Impact).

Keempatnya dirangkai untuk membangun kesadaran, antusiasme, hingga partisipasi publik selama pekan penyelenggaraan.

(kum/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-sport