Indonesia Bidik Gelar Country Of Honor Festival Film Cannes 2028

Sedang Trending 2 jam yang lalu

CNN Indonesia

Sabtu, 16 Mei 2026 17:35 WIB

Indonesia resmi membidik status terhormat sebagai Country of Honor dalam Festival Film Cannes 2028. Indonesia resmi membidik status terhormat sebagai Country of Honor dalam Festival Film Cannes 2028. (CNN Indonesia/Kayla Nabima Azzahra)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kebudayaan Indonesia resmi membidik status terhormat sebagai Country of Honor dalam Festival Film Cannes 2028. Target besar itu disampaikan langsung Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat berada di Cannes.

Predikat Country of Honor merupakan penghargaan sekaligus posisi eksklusif nan diberikan oleh Marché du Film alias Pasar Film Cannes kepada satu negara terpilih setiap tahunnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Predikat itu diberikan guna memberikan sorotan penuh terhadap industri sinema, kekayaan budaya, hingga membuka kesempatan kerjasama upaya internasional secara masif di salah satu kiblat perfilman bumi tersebut.

"Ini bukan hanya tentang prestise, tetapi tentang menciptakan platform internasional nan lebih besar bagi sinema, budaya, dan talenta imajinatif Indonesia," kata Fadli Zon dalam wawancara eksklusif berbareng Variety.

Dalam pemberitaan nan dipublikasikan pada Jumat (15/5), Fadli Zon mengungkapkan sasaran predikat itu merupakan bagian dari rencana strategis untuk mengangkat derajat industri perfilman Indonesia.

Menurut Fadli Zon, semua mesti dipersiapkan agar Indonesia tak hanya jadi penonton di ranah internasional, melainkan bisa mengambil peran sentral nan strategis dan berpengaruh.

Langkah itu diambil di tengah performa menjanjikan bioskop domestik nan terus mencetak nomor komersial tinggi di dalam negeri.

[Gambas:Video CNN]

Namun, performa itu dinilai tetap perlu dorongan masif agar bisa menembus pasar internasional secara konsisten.

Guna menjembatani jarak tersebut, Fadli Zon mengungkapkan sekarang menempatkan kebijakan ekspansi pengedaran global, peningkatan kapabilitas ekspor, kemudahan akses pagelaran bagi sineas di luar ibu kota, serta penyusunan skema insentif nan kompetitif sebagai prioritas utama kementeriannya.

Terkait penyusunan insentif pajak dan pemotongan biaya produksi nan sekarang gencar diterapkan oleh negara-negara tetangga, seperti Thailand dan Korea Selatan, kementeriannya mengakui Indonesia tetap merancang sistem penunjang tersebut.

"Ya, kami menyadari bahwa insentif dan potongan biaya menjadi semakin krusial dalam industri movie global, terutama saat negara-negara saling bersaing untuk menarik produksi internasional, investment, dan kemitraan kreatif," jelas Fadli.

Sembari mematangkan izin nan berkaca pada model sukses internasional, pemerintah Indonesia disebut mengoptimalkan pemanfaatan Dana IndonesiaRaya sebagai biaya kekal kebudayaan.

Dana itu disebut guna mendanai mobilitas sineas ke luar negeri, support produksi, hingga partisipasi festival, di samping skema biaya pendamping untuk merajut kemitraan dengan penanammodal global.

Jejak diplomasi kebudayaan Indonesia di Cannes sendiri kian diperkuat lewat program Next Step Studio Indonesia, wadah inkubasi nan digerakkan berbareng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar Prancis, dan Institut Français Indonesia sebagai tindak lanjut komitmen budaya pascapertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron tahun lalu.

Di sisi lain, lewat aktivitas Indonesian Cinema Night pada 14 Mei lalu, para sineas tanah air juga didorong aktif membuka jaringan di beragam platform industri Cannes.

Di Indonesia sendiri, ekspansi jaringan ini diimbangi dengan Program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Film agar ekosistem perfilman tidak melulu berpusat di Jakarta.

Fadli meyakini keberagaman Indonesia nan mempunyai 1.340 suku bangsa dan 718 bahasa wilayah merupakan senjata utama di pasar dunia.

"Semakin autentik sebuah cerita, maka resonansi emosionalnya secara universal bakal menjadi semakin kuat," tegasnya.

Menutup penjelasannya, Fadli menegaskan bahwa dalam lima tahun ke depan, parameter keberhasilan perfilman Indonesia diukur dari konsistensi karya lokal di pagelaran kelas bumi dan inklusivitas pertumbuhan nan merata hingga ke pembuat independen di daerah.

"Jika kita bisa membangun ekosistem tersebut secara konsisten, Indonesia tidak bakal sekadar berperan-serta dalam industri layar global, kita bakal menjadi kontributor nan krusial dan berpengaruh di dalamnya," ucapnya.

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-hiburan