Hizbullah Tolak Keras Negosiasi Israel-lebanon, Ogah Serahkan Senjata

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, kembali menegaskan penolakannya terhadap rencana negosiasi langsung Israel dan Lebanon.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (27/4), Qassem mengatakan bahwa kelompoknya menolak tegas negosiasi langsung itu, menegaskan bahwa Hizbullah bakal melanjutkan perlawanan melindungi dan tidak bakal menyerahkan senjata.

Dia juga mengkritik dua putaran pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel untuk pertama kalinya dalam 43 tahun, nan berjalan di Washington Amerika Serikat beberapa hari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam suasana pengorbanan dan martabat serta kekalahan musuh ini, otoritas (Lebanon) terburu-buru melakukan konsesi bebas nan memalukan dan tidak perlu, nan satu-satunya pembenarannya adalah penyerahan diri," kata Qassem.

"Titik masuk dan solusinya adalah mencapai lima poin sebelum perihal lain," imbuhnya, dikutip Anadolu Agency.

Qassem pun menyodorkan lima poin sebagai solusi di antaranya menghentikan agresi di darat, laut, dan udara, penarikan Israel dari wilayah pendudukan, pembebasan tahanan, kembalinya masyarakat ke semua desa dan kota mereka, dan rekonstruksi.

"Pemerintah ini (Israel) tidak dapat terus berkuasa sementara mereka mengabaikan hak-hak Lebanon, menyerahkan tanah, dan menghadapi rakyatnya nan menentang," kata Qassem.

Pemimpin Hizbullah ini juga menyerukan ke pemerintah Lebanon untuk "kembali kepada rakyat dan menyatukan mereka".

"Sehingga mereka bukan pemerintah faksi tetapi pemerintah rakyat, berasas konsensus nan membentuk Kesepakatan Taif, nan mendasari konstitusi kita saat ini," demikian pernyataan Naim Qassem.

Menurut nomor resmi pemerintah Lebanon, lebih dari 2.500 orang tewas dan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi akibat serangan Israel di seluruh Lebanon sejak 2 Maret.

Kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari sejak 10 April, namun Israel berulang kali melanggar kesepakatan itu.

Pada Kamis pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Lebanon-Israel sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu usai putaran kedua negosiasi antara kedua pihak di Washington.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional