Hidung Tersumbat Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Sinusitis

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Mayapada Hospital | CNN Indonesia

Kamis, 11 Jun 2026 18:35 WIB

Asia people young lady remote workforce work on leave day comberan bad cold flu covid cough blow running nose on tissue paper sit on desk at home office. Tired unwell female freelance staff stress pain. Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/ChayTee).

Jakarta, CNN Indonesia --

Hidung tersumbat nan berjalan lama kerap dianggap sebagai indikasi flu biasa akibat kelelahan, perubahan cuaca, alias paparan debu. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda sinusitis, terutama jika disertai nyeri di area wajah, pilek berkepanjangan, napas terasa berat, hingga produksi lendir nan terus-menerus.

Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus nan terjadi ketika saluran lendir tersumbat. Akibatnya, lendir menumpuk dan memicu pertumbuhan virus maupun kuman nan menyebabkan infeksi. Dibandingkan flu biasa, indikasi sinusitis umumnya lebih berat dan berjalan lebih lama.

Dokter ahli Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher (THT-KL) Mayapada Hospital Surabaya, dr. Jemmy Kurniawan, Sp.THT-KL, mengatakan jangkitan saluran pernapasan atas menjadi penyebab sinusitis nan paling sering ditemukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pilek alias flu nan tidak kunjung membaik dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran sinus.

"Saat lendir menumpuk di dalam rongga sinus, akibat jangkitan lanjutan meningkat. Kondisi ini biasanya membikin keluhan terasa lebih berat dan berjalan lebih lama dibandingkan flu biasa," katanya.

Selain infeksi, sejumlah aspek lain juga dapat meningkatkan akibat seseorang mengalami sinusitis. Salah satunya adalah alergi nan menyebabkan lapisan hidung membengkak dan menghalang aliran lendir.

"Pasien dengan riwayat alergi umumnya lebih rentan mengalami sinusitis berulang. Jika pemicunya tidak dikendalikan, peradangan dapat terus muncul meskipun indikasi sempat membaik," tambah dr. Jemmy.

Faktor lain nan turut berkedudukan adalah deviasi septum alias kondisi ketika tulang pembatas rongga hidung mengalami pembengkokan sehingga menghalang aliran udara dan lendir. Selain itu, polip hidung nan tumbuh di dalam saluran hidung juga dapat menyumbat rongga sinus dan memicu peradangan.

Sayangnya, banyak pasien baru memeriksakan diri setelah keluhan berjalan cukup lama alias berulang. Padahal, sinusitis nan tidak ditangani dengan tepat berisiko berkembang menjadi kondisi kronis.

Dokter ahli THT-Bedah Kepala Leher Mayapada Hospital Surabaya, dr. Nessia Nurina Putri, Sp.T.H.T.B.K.L, menjelaskan bahwa sinusitis nan kerap kambuh biasanya dipicu oleh penyebab nan belum tertangani secara menyeluruh.

"Pada beberapa pasien, keluhan dapat terus berulang lantaran aspek penyebabnya belum tertangani dengan baik, sehingga memicu kekambuhan. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh krusial dilakukan agar terapi nan diberikan lebih tepat sasaran," tuturnya.

Ia menambahkan, pasien dengan riwayat alergi menjadi golongan nan paling rentan mengalami kekambuhan. Karena itu, pengendalian aspek pemicu menjadi bagian krusial dalam penanganan jangka panjang.

Penanganan Sinus di Mayapada Hospital Surabaya

Untuk mendukung penanganan sinusitis, Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan Sinusitis Center nan menyediakan jasa komprehensif dengan support teknologi modern dan prosedur minimal invasif, termasuk endoskopi.

Layanan ini didukung oleh tim master ahli THT berilmu dan menjadi bagian dari jasa unggulan THT nan tersedia di sejumlah jaringan Mayapada Hospital di Indonesia.

Jangan tunda jika indikasi sinus tak kunjung membaik, konsultasikan segera dengan tim master THT Mayapada Hospital dan dapatkan kembali #NapasLega Anda. Informasi lebih lanjut tersedia melalui Call Center 150770 alias aplikasi MyCare nan dapat diunduh di Google Playstore.

(ory/ory)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle