Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto merasa beruntung bisa berada di Indonesia dan mewakili tim Merah Putih.
"Saya merasa beruntung berada di negara ini, mewakili bendera ini, dan bekerja berbareng para pemain serta staf nan setiap hari menunjukkan profesionalisme, komitmen, dan kemauan untuk terus berkembang," kata Souto dikutip dari IG pribadinya pada Senin (6/4) malam.
Pesan itu dia sampaikan usai membawa Timnas Futsal Indonesia menang atas Brunei di laga perdana Grup B Piala AFF Futsal 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timnas Futsal Indonesia menang 7-0 atas Brunei pada laga pembuka Piala AFF Futsal 2026 di Nothanburi, Thailand, Senin (6/4) siang WIB. Souto mengaku puas terhadap hasil ini.
Indonesia tampil galak musuh Brunei. Babak pertama tuntas dengan skor 6-0 berkah hatrrick Muhammad Sanjaya dan kontribusi Imam Anshori, Dewa Rizki, dan Andarias Kareth.
Di babak kedua, skuad Garuda mengendurkan tempo serangan. Hanya Andarias Kareth nan mencetak gol tunggal untuk menutup pesta 7-0 tersebut.
"Ini bukan tentang hasil, ini tentang sesuatu nan lebih penting. Generasi ini bakal mengubah masa depan futsal Indonesia," ucap Souto.
"Terlepas dari hasil pertandingan, generasi pemain ini telah memenangkan hati saya: U16, U19, U24, hingga tim nasional senior," kata Souto menambahkan.
Souto juga senang lantaran semangat Timnas Futsal Indonesia untuk terus berupaya dan berkembang.
"Ada satu perihal nan selalu saya lihat dan sangat saya hargai: kemauan nan terus-menerus untuk berkembang, budaya kerja nan jelas, dan dorongan nyata untuk melakukan segala sesuatu dengan baik," ujar Souto.
"Keinginan tersebut berubah menjadi keahlian penyesuaian dan semangat untuk terus berkembang, nan memungkinkan kami bermain dengan pola identitas nan semakin jelas, apalagi hanya dengan lima sesi latihan bersama," kata Souto menambahkan.
Souto juga memuji mentalitas pemain dan keahlian pemain dalam beradaptasi dengan cepat.
"Terlepas dari musuh nan dihadapi, perihal nan paling saya hargai adalah mentalitas nan ditunjukkan serta keahlian penyesuaian dalam waktu hanya lima hari. Itu menunjukkan komitmen para pemain dan budaya nan sedang kami bangun," kata Souto.
"Kami tahu bahwa ke depan bakal datang ujian nan jauh lebih berat. Lawan nan lebih kompleks, konteks nan lebih sulit, dan situasi di mana keterbatasan waktu berbareng bakal terlihat. Itu adalah keterbatasan saat ini, tetapi tidak menentukan arah nan sedang kami bangun," ucap Souto menambahkan.
(rhr)
Add
as a preferred source on Google
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·