Jakarta, CNN Indonesia --
Lonjakan harga bahan bakar minyak jenis solar nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite mulai memengaruhi kesukaan konsumen pada mobil diesel.
Chief Executive Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengatakan akibat kenaikan nilai solar nonsubsidi sudah terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Namun menurut dia, kebanyakan konsumen tidak membatalkan pembelian, melainkan menunda alias beranjak ke mobil lain nan lebih irit bahan bakar.
Harga solar nonsubsidi naik signifikan pada April ke level Rp25 ribuan per liter, padahal sebelumnya di bawah Rp15 ribu per liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, nilai terbarh Pertamina Dex 24.800 alias turun setelah sempat naik Rp27.900, sedangkan Dexlite Rp23.000 dari Rp26.000.
"Kami mungkin bahasanya bukan dibilang cancel ya. Jadi ada customer nan ganti. Jadi awalnya SPK diesel tukar ke hybrid. Ada nan lumayan juga menunda," kata Anton di PIK, Kamis (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penundaan itu dikatakan sembari menunggu situasi agar nilai BBM lebih stabil. Bagi Anton karakter konsumen kendaraan diesel berbeda dengan mobil bensin. Mereka umumnya terbiasa menggunakan mobil diesel sehingga tak mudah beranjak ke teknologi lain.
Fenomena tersebut terlihat, terutama di wilayah Jawa Timur dan Sumatra nan selama ini menjadi pasar utama kendaraan diesel Toyota, seperti Kijang Innova Reborn dan Fortuner.
"Baik di Jakarta, terutama di Jawa Timur, di Sumatera, itu pencinta diesel dan penggerak belakang itu tetap banyak. Apa nan mereka lihat sekarang adalah mereka mau memandang dulu nilai solarnya alias Pertadex ya," ucap Anton.
Lebih dari itu penurunan nilai BBM diesel nonsubsidi nan terjadi belum lama ini diharapkan bisa memulihkan minat konsumen nan sebelumnya menunda pembelian.
Anton lantas optimis permintaan kendaraan diesel bakal kembali pulih jika nilai bahan bakar terus bergerak turun. Di sisi lain, Auto2000 juga memantau perkembangan pasar dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Lebih dari itu Anton tak mengurai berapa nomor penundaan nan diterima maupun penurunan penjualan mobil diesel. Ia hanya menggambarkan besarnya kontribusi kendaraan diesel Toyota di sejumlah daerah.
Di Jawa Timur, misalnya, Innova Diesel menjadi salah satu model dengan permintaan tertinggi. Kondisi serupa juga terjadi di Sumatra, terutama Medan, nan dikenal sebagai salah satu pasar terbesar kendaraan diesel Toyota.
"Penjualan, saya kasih gambarnya. Di Jawa Timur, penjualan Auto2000 untuk total Toyota 20-25 persennya adalah Innova diesel. Dari empat mobil ya, alias lima mobil, satu mobil adalah Innova diesel. Begitu tingginya kecintaan mereka terhadap itu. Walaupun ada model-model nan lain," ujarnya.
(ryh/mik)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·