CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026 10:30 WIB
Hantavirus nan tewaskan tiga orang di kapal pesiar MV Hondius pernah ditemukan di kasus kematian istri Gene Hackman, Betsy Arakawa. (AFP/Hector Mata)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dunia dikejutkan dengan temuan penyebaran virus mematikan di kapal pesiar mewah, MV Hondius, nan sedang berlayar di Samudra Atlantik. Virus berjenis Hantavirus ini telah menelan tiga korban jiwa.
Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga saat ini, tercatat ada delapan kasus nan terdeteksi, terdiri dari lima kasus konfirmasi dan tiga kasus suspect.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Entertainment Weekly pada Kamis (7/5) memberitakan hantavirus ini menarik perhatian besar setelah jenis virus nan sama juga merenggut nyawa Betsy Arakawa, istri dari tokoh legendaris peraih Oscar, Gene Hackman.
Hasil autopsi final mengungkapkan bahwa Betsy Arakawa meninggal bumi akibat Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di rumah mereka, area Santa Fe, New Mexico pada pertengahan Februari 2025.
Sementara itu, Gene Hackman dinyatakan meninggal akibat penyakit kardiovaskular serta komplikasi penyakit Alzheimer.
Di kediaman mereka, pihak berkuasa menemukan jejak kotoran tikus dan sarang hewan pengerat nan menjadi sumber penularan virus tersebut.
Perbedaan mencolok antara kasus di kapal pesiar dan kematian istri Gene Hackman terletak pada pola penularannya.
Jika Betsy Arakawa terinfeksi melalui kontak langsung dengan kotoran tikus di rumahnya, WHO menduga pandemi di MV Hondius menyebar melalui kontak antarmanusia, kejadian nan sangat jarang terjadi untuk jenis Hantavirus.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Hantavirus biasanya menular melalui kontak dengan urine, kotoran, maupun air liur tikus. Virus ini dapat memicu sindrom paru-paru nan fatal hingga demam berdarah dengan sindrom ginjal.
Kronologi di kapal pesiar sendiri dimulai sejak MV Hondius bertolak dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April. Kematian pertama dilaporkan terjadi pada 11 April di tengah laut. Saat kapal bersandar di St. Helena pada 24 April, puluhan penumpang sempat turun ke darat berbareng jenazah korban.
Kematian kedua terjadi di Afrika Selatan setelah seorang penumpang terbang dari pelabuhan tersebut, sementara korban ketiga mengembuskan napas terakhir di atas kapal pada 2 Mei lalu.
Hingga saat ini, kapal pesiar tersebut tetap dalam pemantauan ketat dan dijadwalkan bakal bersandar di Tenerife, Kepulauan Canary, untuk penanganan medis lebih lanjut bagi para penumpang lainnya.
(chri)
Add
as a preferred source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·