Gubernur Kalteng Tegaskan Komitmen Dukung Program B50

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan komitmen penuh dalam mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, khususnya penerapan program mandatori biodiesel B50.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, mengatakan support tersebut didasarkan pada besarnya potensi kelapa sawit di wilayah setempat.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, khususnya penerapan program mandatori biodiesel B50 nan mulai dilaksanakan pada tahun ini,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Dia menyebutkan, luas perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 2,9 juta hektare, dengan produksi crude palm oil (CPO) nan diperkirakan mencapai sekitar 9 juta ton pada 2025.

Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal utama dalam mendorong penguatan hilirisasi industri kelapa sawit di daerah.

“Kami meyakini penguatan hilirisasi industri kelapa sawit melalui program B50 tidak hanya bakal meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap ketahanan daya nasional, pengurangan emisi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nan inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui support terhadap program tersebut, Pemprov Kalteng optimistis sektor perkebunan kelapa sawit dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian wilayah sekaligus mendukung agenda daya nasional. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan komitmen penuh dalam mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, khususnya penerapan program mandatori biodiesel B50.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, mengatakan support tersebut didasarkan pada besarnya potensi kelapa sawit di wilayah setempat.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, khususnya penerapan program mandatori biodiesel B50 nan mulai dilaksanakan pada tahun ini,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Electronic money exchangers listing

Dia menyebutkan, luas perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 2,9 juta hektare, dengan produksi crude palm oil (CPO) nan diperkirakan mencapai sekitar 9 juta ton pada 2025.

Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal utama dalam mendorong penguatan hilirisasi industri kelapa sawit di daerah.

“Kami meyakini penguatan hilirisasi industri kelapa sawit melalui program B50 tidak hanya bakal meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap ketahanan daya nasional, pengurangan emisi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nan inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui support terhadap program tersebut, Pemprov Kalteng optimistis sektor perkebunan kelapa sawit dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian wilayah sekaligus mendukung agenda daya nasional. (adr)

Sumber prokalteng