PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, resmi mengusulkan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) serta pembangunan dua depo baru kepada Pemerintah Pusat. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap akibat kenaikan nilai BBM nan berpotensi memicu lonjakan nilai kebutuhan pokok di wilayah Kalteng.
Agustiar menyampaikan bahwa koordinasi dengan pusat telah dilakukan untuk memastikan kesiapan daya bagi masyarakat Bumi Tambun Bungai.
“Kalau memandang hasil koordinasi kemarin, kami selaku Gubernur meminta kuotanya di lebihkan untuk Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar, Selasa, 21 April 2026.
Selain penambahan kuota, konsentrasi utama usulan tersebut adalah memperkuat prasarana pengedaran melalui penambahan depo BBM. Saat ini, Kalteng tercatat mempunyai tiga depo aktif nan berlokasi di Sampit (Kotawaringin Timur), Pangkalan Bun (Kotawaringin Barat), dan Pulang Pisau.
“Contohnya kan kita ada tiga depo di Kalteng ini, satu di Sampit, satu di Pangkalan Bun satunya di Pulang pisau.
Kami kemarin minta tambah dua (depo BBM) nan lain minta tambah koutanya juga,” lanjut Gubernur.
Gubernur menegaskan bahwa usulan nan dilayangkan ke pusat mencakup seluruh sektor daya vital bagi warga, mulai dari BBM subsidi dan non-subsidi, hingga pasokan Elpiji. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi wilayah di tengah perubahan nilai daya nasional
“Kami sudah usulkan ke pusat untuk (depo) BBM ini maupun elpiji nan subsidi dan non subsidi,” pungkasnya.
(Syauqi)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·