Gerbang Rumah Bos Chatgpt Berkobar Diserang Bom Molotov

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Seorang pemuda berumur 20 tahun telah ditangkap setelah sebuah peledak molotov dilemparkan ke rumah CEO OpenAI, Sam Altman, di San Francisco pada Jumat awal hari waktu setempat.

Menurut Departemen Kepolisian San Francisco (SFPD), kejadian terjadi sekitar pukul 04.00 pagi ketika tersangka melempar peledak itu ke rumah Altman, nan menyebabkan kebakaran pada salah satu gerbang luar sebelum melarikan diri dengan melangkah kaki.

Tersangka nan sama kemudian diduga menuju ke instansi OpenAI, di mana dia menakut-nakuti bakal membakar gedung tersebut. Juru bicara OpenAI mengonfirmasi kejadian tersebut dan mengatakan bahwa tidak ada nan terluka. Pihak kepolisian belum menyebut kemungkinan motif di kembali serangan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kantor OpenAI sebelumnya juga pernah jadi sasaran serangan. Di November, markas besar perusahaan tersebut dikunci ketika seorang laki-laki menakut-nakuti bakal mendatangi beberapa instansi OpenAI di San Francisco untuk 'membunuh orang-orang'. Pengunjuk rasa juga rutin menggelar demonstrasi tahun ini di luar gedung kreator ChatGPT tersebut nan terletak di Mission Bay, San Francisco.

"Kami sangat mengapresiasi respons sigap SFPD dan support dari pemerintah kota dalam membantu menjaga keselamatan tenaga kerja kami. Pelaku telah ditahan, dan kami sedang membantu pihak penegak norma dalam penyelidikan mereka," ujar ahli bicara OpenAI setelah serangan pada hari Jumat tersebut.

Dalam unggahan blog pribadinya, Altman membagikan foto suami dan bayinya. "Harapannya perihal itu dapat mencegah orang lain melemparkan peledak molotov ke rumah kami, terlepas dari apa pun pandangan mereka tentang saya," tulisnya nan dikutip detikINET dari CNN.

Altman juga menyinggung sebuah tulisan provokatif tentangnya beberapa hari silam, nan tampaknya merujuk pada tulisan panjang di New Yorker nan mempertanyakan apakah Altman bisa dipercaya.

"Sekarang saya terbangun di tengah malam dan merasa kesal, serta berpikir bahwa saya telah meremehkan kekuatan kata-kata dan narasi. Sepertinya ini adalah waktu nan tepat untuk membahas beberapa hal," ungkap Altman.

"Saya adalah manusia nan penuh kekurangan di tengah situasi nan sangat kompleks, nan berupaya menjadi sedikit lebih baik setiap tahunnya, dan selalu bekerja demi misi kami," tulisnya.


(fyk/fyk)

Sumber detik-inet